Jika biasanya dibuka seminggu 2 kali, kini hanya dibuka seminggu sekali setiap Selasa. “Jam operasionalnya juga dibatasi, hanya sampai pukul 17.00,” ujar Wali Kota Probolinggo Hadi Zanal Abidin, kemarin.
Kemarin, Hadi juga meminta pedagang dari luar kota untuk menahan diri selama wabah ini belum berakhir untuk beraktivitas di Pasar Ternak Jrebeng Kidul. Aktivitas jual beli ternak hanya dilakukan oleh pedagang sapi asal Kota Probolinggo.
“Untuk menutup pasar ternak ini memerlukan pertimbangan yang mendalam. Karena pasar ternak ini merupakan pusat ekonomi masyarakat juga. Jika ditutup akan berdampak besar kepada warga. Tapi, kami juga akan melihat situasi perkembangan wabah korona ini,” ujarnya.
Kepada pedagang dan belantik sapi, Hadi meminta memakai masker. Mantan anggota DPR RI ini mengancam akan menutup sementara pasar ternak, jika ada yang sampai tidak menggunakan masker. “Saya minta kepada semuanya patuh kepada imbauan pemerintah untuk menggunakan masker. Cara ini merupakan upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.
“Sekarang saya peringatkan, jika Selasa depan saya melihat ada pengunjung yang tidak menggunakan masker, maka pasar ini akan saya tutup. Saya tidak segan-segan menutup pasar ternak seperti di daerah lain,” tegasnya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, di Pasar Ternak Jrebeng Kidul, masih banyak warga yang tidak menggunakan masker. Ada juga yang memasang masker, namun hanya ditempatkan di bagian dagu dan tidak menutup hidung dan mulut. (put/rud) Editor : Jawanto Arifin