Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jembatan Ambrol, Tiga Desa di Kecamatan Sukapura Rawan Terisolir

Jawanto Arifin • Minggu, 16 Februari 2020 | 17:00 WIB
Photo
Photo
SUKAPURA, Radar Bromo - Ambrolnya dinding jembatan di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, terus menjadi perhatian. Jika jembatan ini putus, tiga desa rawan terisolir. Karenanya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, akan mensurvei dan mengkaji kondisinya.

Tiga desa yang rawan terisolir itu adalah Desa Sariwani, Desa Pakel, dan Desa Kedasih, Kecamatan Sukapura. Jika jembatan ini ambruk, warga tiga desa ini harus memutar jauh dengan melewati Kecamatan Sumber. Di samping itu, jembatan ini juga menjadi akses menuju destinasi wisata Puncak P-30 di Kecamatan Sumber dari wilayah Kecamatan Sukapura.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi, mengatakan sejauh ini jembatan menuju jalur wisata P-30 Kecamatan Sumber, itu masih bisa dilintasi. Baik kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Namun, pengendara diimbau berhati-hati saat melintasinya.

“Kami hanya berupaya agar jembatan masih berfungsi dan keadaannya tidak bertambah buruk. Sembari menunggu perbaikan permanen, kami sudah memperkuat bagian bawah jembatan dengan menopangnya menggunakan bambu,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo Rahmad Waluyo melalui Kabid Bina Marga Asrul Bustami, mengatakan pihaknya akan mensurvei ke lokasi dan mengkaji kondisi jembatan tersebut. Tujuannya, untuk memastikan masih layak dan mampu dilalui kendaraan atau tidak.

“Kami akan kaji dulu kondisi kerusakan dan jembatannya. Semoga saja dengan penanganan sementara bisa memperkuat jembatan. Sehingga, bisa bertahan sampai ada proses perbaikan permanen,” katanya.

Asrul menjelaskan, perbaikan atau rehab jembatan membutuhkan waktu dan proses lama. Serta, tidak memungkinkan untuk diajukan melalui perubahan anggaran kegiatan (PAK) 2020. Karena, waktu kegiatan pasca pengesahan PAK, sangat mepet. Di sisi lain, tahun anggaran APBD 2020 sudah berjalan.

“Nanti hasil kajian itu akan kami koordinasikan dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Termasuk BPBD. Jika memang kondisi jembatan harus segera diperbaiki semi permanen, bisa dicarikan solusi terbaiknya,” ujarnya.

Diketahui, dinding jembatan di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, ambrol. Beruntung, kondisi itu segera diketahui warga. Mengingat, jembatan ini menjadi akses penghubung ke wisata P-30 Sumber. Tim BPBD bersama Satpol PP dan Muspika Sukapura, berusaha memperbaikinya secara darurat. Mereka memasang penyangga sementara menggunakan bambu.

Jembatan selebar sekitar 8 meter dengan panjang 6 meter ini melintang di atas sungai dengan kedalaman sekitar 6,2 meter. Struktur rollag bata dengan fondasi batu kali. Sedangkan, lebar jalan yang dihubungkan oleh jembatan itu 3,5 meter dan berada di tikungan jalan. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin
#jembatan sariwani #menjadi perhatian. jembatan ambrol