Di Kabupaten Pobolinggo sendiri, harga buah naga jenis mawar merah bervariatif. Dimulai dari Rp 10 ribu per-2-4 kilogram. Di sejumlah ruas jalan, banyak pedagang yang menjajakan buah ini.
Iswahyudi 44, salah satu pedagang buah naga yang menjual buah naga di pinggir jalan raya Kraksaan mengatakan, saat ini telah terjadi panen raya di beberapa daerah. Salah satunya di Kabuppaten Banyuwangi, tempat asalnya. Sehingga buah naga sangat melimpah.
“Saya ambil buah ini 2,5 dengan harga Rp 5 juta dari daerah asal saya (Banyuwangi, Red.). Di sana sedang terjadi panen raya. Sebab, penjualan dan suplai ke luar kota seperti Surabaya sudah tercukupi, maka di sana masih banyak. Itu sebabnya harga saat ini menjadi murah,” ujarnya.
Menurut Yudi sapaan akrap pedagang, di Banyuwangi ada dua kecamatan yang menjadi produsen buah tersebut. Salah satunya Kecamatan Pesanggaran. Di sana, ada puluhan hektare lahan buah naga. Selain itu, penanamannya pun dilakukan di pinggir sawah dan lahan permukiman warga.
“Saat ini harga tidak begitu murah. Tahun 2018 buah ini Rp 10 ribu per kilogram. Selain untuk penghasilan, saya bawa buah ini ke Probolinggo biar warga bisa merasakan buah murah. Buah ini sama halnya seperti tembakau, jadi musiman,” ujarnya.
Musim buah naga itu juga diungkap Kholili asal Desa Sumurdalam, Kecamatan Besuk, yang memiliki kebun buah naga di daerah Kecamtan Paiton. “Saat ini buah naga memang sudah masuk pada panen. Kebun milik saya beberapa pekan lagi sudah siap panen. Jadi pantas, kalau harga sekarang murah,” ujarnya. (mg1/fun) Editor : Jawanto Arifin