Karenanya, Satlantas Polres Probolinggo akan menerapkan sistem buka-tutup. Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Sigit Raharjo mengatakan, puncak peningkatan arus lalu lintas di jalur utama menuju Gunung Bromo biasa terjadi saat tahun baru.
“Sekarang terlihat ada peningkatan arus lalu lintas menuju wisata Bromo. Tapi, tidak terlalu signifikan. Diprediksi, puncak peningkatan arus lalu lintas di jalur utama Bromo, akan terjadi saat libur tahun baru,” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, meningkatnya arus kendaraan di jalur utama Bromo, tak bisa dihindari. Karena animo masyarakat untuk berwisata ke kawasan Gunung Bromo melalui Kabupaten Probolinggo sangat tinggi.
“Bisa saja diterapkan sistem buka-tutup, tapi kami akan lebih dulu melihat kondisi di atas. Yang pasti kami siapkan sistem buka-tutup, jika melihat kondisi arus kendaraan memang benar padat,” ujarnya.
Tidak hanya sistem buka-tutup, Sigit mengaku, jika dibutuhkan juga akan melakukan rekayasa lalu lintas. Seperti, satu jalur di waktu tertentu. “Misal jam sekian hanya boleh kendaraan naik. Kemudian, jam sekian hanya kendaraan turun. Makanya nanti melihat kondisi di lapangan,” ujarnya.
Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, jalur utama menuju Gunung Bromo, rawan macet. Bahkan, wisatawan harus menempuh perjalanan 3 jam lebih dari Terminal Sukapura hingga Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari Sukapura. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin