Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Aktivitas Gunung Bromo Meningkat, Terekam Gempa Tremor

Jawanto Arifin • Sabtu, 14 Desember 2019 | 18:45 WIB
Photo
Photo
SUKAPURA, Radar Bromo - Aktivitas Gunung Bromo kembali meningkat. Jumat (13/12) pagi, Gunung Bromo mengeluarkan asap dengan ketinggian 700 meter dari puncak.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)-Badan Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan membenarkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Bromo. Menurutnya, terekam getaran tektonik jauh dua kali, amplitudo 9-12 mm, S-P: 17-19 detik, dengan durasi sekitar 66-70 detik.

Meski demikian, peningkatan aktivitas itu tidak sampai menimbulkan erupsi. Karena itu, status Gunung Bromo tetap. Yaitu, di posisi waspada level II. Gunung Bromo menurutnya, tetap aman dikunjungi wisatawan.

”Memang ada peningkatan aktivitas di Gunung Bromo. Tapi, tetap aman. Hanya masyarakat dan pengunjung tetap dilarang naik ke radius 1 kilometer dari Gunung Bromo,” katanya.

Lebih lanjut, dijelaskan Hendra, peningkatan aktivitas Gunung Bromo terekam pada asap yang keluar dari kawah Bromo. Biasanya, tiap hari ketinggian asap yang keluar dari kawah Gunung Bromo mencapai 200 meter dari puncak. Namun, sejak dua hari terakhir, ketinggian asap mencapai 700 meter dari puncak.

”Gempa tremor tetap terus menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm dan dominan 1 mm. Inilah bedanya gunung api lain dengan Bromo. Gunung Bromo ada tremornya,” ungkapnya.

Hendra juga tidak menampik adanya gempa tektonik. Getaran akibat tekanan tektonik dengan amplitudo 9-12 mm, S-P 17-19 detik, perkiraan durasi 66-70 detik.

Namun, tekanan tektonik ini menurutnya bukan berasal dari kawah Bromo. Tetapi, dari lempengan dalam bumi.

”Getaran tektonik rata-rata ada terus. Dan sumbernya jauh sekali dari gunung. Jadi tetap aman,” ujarnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin
#gunung bromo #asap bromo