Kejadian itu terjadi sekitar pukul 03.00. Saat truk bermuatan pasir itu berjalan dari arah Lumajang menuju Surabaya. Sesampai Jalan Lumajang, Desa Malasan, terguling ke barat jalan dan menimpa pagar rumah warga yang terbuat dari bambu.
“Untung olengnya ke sebelah barat, kalau ke sebelah timur kan bisa buat macet arus lalu lintas. Sebab, truknya bermuatan pasir dan bisa menutupi jalan,” ujar salah seorang warga Desa Malasan, Sukari, 56.
Menurutnya, olengnya truk itu disebabkan ban mobil sebelah kiri yang berada di posisi tengah terlepas. Sehingga, sebelum mobil oleng, ban mobil mendahului mobil. Muatannya yang berat membuat truk semakin mudah oleng. “Sebab, as bannya patah yang menyebabkan truk itu terguling. Sehingga, ban yang terlepas menggelinding ke pekarangan tetangga saya,” ujarnya.
Sukari juga menambahkan, truk oleng yang menimpa pagar rumah Atmi, 62. Syukur, pengemudi truk itu bersedia membayar ganti rugi. “Dua orang penumpang truk itu tadi sudah berembuk untuk membayar Rp 300 ribu kepada Atmi, sebagai ganti rugi pagar yang rusak,” ujarnya.
Adanya kecelakaan tunggal itu dibenarkan oleh Kanit Laka Satlantas Polres Probolinggo Iptu Nyoman Harayasa. Ia mengaku sudah mendapatkan laporan dari warga. Bahkan, sejumlah anggotanya langsung terjun ke lokasi kejadian. “Setelah melakukan pemantauan ke tempat kejadian, ternyata truk yang oleng tidak mengganggu aktivitas lalu lintas. Untuk pengemudi truk sendiri sedang mencari alat berat untuk mengevakuasinya,” ujarnya. (mg1/fun) Editor : Fandi Armanto