Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cor-coran Proyek Pasar Baru Probolinggo Ambruk, Timpa Tujuh Pekerja

Muhammad Fahmi • Jumat, 22 November 2019 | 04:42 WIB
Photo
Photo
MAYANGAN, Radar BromoProyek pembangunan Pasar Baru Kota Probolinggo memakan korban. Dua kolom bangunan yang sedang dicor di lantai satu, ambruk, Kamis (21/11) siang. Kolom yang ambruk pun menimpa para pekerja.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, sebanyak tujuh pekerja luka-luka. Salah satu pekerja juga pingsan karena terjepit kolom cor-coran. Para korban pun dilarikan ke IGD RS Dharma Husada Kota Probolinggo di Jalan Soekarno-Hatta.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, para pekerja yang luka-luka semuanya berasal dari Jember. Namun, mereka rata-rata tidak saling kenal.

Mereka antara lain, Usik, 38, luka gores di tangan dan sempat pingsan; Sofa, 45, luka gores di kaki; Mistar, 45, luka di kaki dan tangan; Febi, 39, luka di pelipis dan belakang telinga. Lalu Suharto, 47, luka di pelipis; Wahid, 40, luka di tangan dan kaki; dan Hendro, 22, luka di telinga belakang.

Usik, salah satu korban menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00. Saat itu ia beserta pekerja lain sedang mengecor lantai satu bangunan Pasar Baru. Selain itu, mereka juga mengecor kolom penyanggah dengan tinggi sekitar 4 meter.

Saat itu, separoh cor-coran kolom sudah kering. Sehingga, ia beserta pekerja lain melanjutkan mengecor kolom tersebut.

“Jadi, kami mengecor kolom penyangga. Kan sebagian sudah kering. Nah, atasnya sama bawahnya itu kami cor lagi,” bebernya.

Saat sedang mengecor kolom itu, Usik merasakan ada getaran. Namun, ia tak berani mengatakan kepada pekerja yang lain. Apalagi, dia tidak kenal akrab dengan pekerja lainnya.

Lalu tiba-tiba, cor-coran kolom itu miring dan dalam sekejap, ambruk berdebum. Tidak hanya satu, namun dua yang ambruk. “Yang ambruk itu kolom di kanan dan kiri,” terang Usik saat ditemui di IGD RS Dharma Husada.

Kaget, para pekerja yang ada di sekitar kolom tidak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya, sejumlah pekerja kena reruntuhan kolom yang ambruk.

Photo
Photo
ALAMI LUKA: Salah satu korban yang dilarikan ke IGD RS Dharma Husada usai tertimpa kolom cor proyek pembangunan Pasar Baru yang ambruk, Kamis (21/11). (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo

Usik, seorang pekerja bahkan sempat terjepit kolom penyanggah. Sehingga, tak sadarkan diri. Lalu, enam pekerja mengalami luka-luka. Sementara pekerja yang lain, meski terkena reruntuhan cor-coran kolom, namun tidak mengalami luka.

“Saya sempat pingsan karena melindungi paman saya Sofa agar tidak terkena besi. Saya takut dia terkena besi dan meninggal. Jadi, saya dan paman tertindih kolom. Waktu sadar, saya sudah berada di sini (RS Dharma Husada),” terangnya sembari menunjukan luka goresan di tangannya.

Hal senada diungkapkan Hartono, pekerja yang juga tertimpa reruntuhan cor-coran. Beruntung, Hartono  tidak sampai terluka. Dia bahkan ikut menunggui pekerja lainnya yang dirawat di RS Dharma Husada, kemarin.

Hartono menjelaskan, spek atau takaran bahan bangunan untuk mengecor kolom sudah sesuai ukuran. Hanya saja, para pekerja, termasuk dirinya sedang apes. Sehingga mengalami kecelakaan kerja seperti kemarin.

“Untuk ukuran dan takaran bahan bangunan, sebetulnya sudah sesuai. Jadi, kami tidak tahu kenapa kok bisa ambruk. Apakah tahanan tanahnya goyang atau bagaimana, saya tidak tahu,” bebernya.

Sementara itu, wartawan Jawa Pos Radar Bromo langsung mendatangi lokasi proyek pembangunan Pasar Baru, kemarin sore. Namun, lokasi itu sudah ditutup. Tidak boleh ada orang yang masuk. Seorang petugas di tempat itu menjaga pintu masuk ke lokasi proyek.

Terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo Amien Fredy menerangkan penyebab kolom ambruk. Menurutnya, kolom ambruk karena scaf holding atau penyangganya kurang rapat. Sehingga, tidak kuat menahan beban dari beton. Ditambah lagi, ada tekanan pompa dari mix beton.

“Untuk korbannya, semua sudah tertangani. Mereka semua sudah dirawat di Rumah Sakit Dharma Husada,” terangnya. (rpd/hn)

 

  Editor : Muhammad Fahmi
#pasar baru #revitalisasi pasar #rehab pasar #pemkot probolinggo #pasar tradisional