Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

RS Bersalin Siti Aisyah di Kota Probolinggo yang Sudah Terapkan Parkir Elektronik

Jawanto Arifin • Minggu, 10 November 2019 | 19:00 WIB
Photo
Photo
Sistem parkir elektronik menjadi hal yang baru di Kota Probolinggo. Untuk pertama kalinya, RS Bersalin Siti Aisyah mengawali sistem parkir ini. Dan terbukti, sistem ini efektif meningkatkan pendapatan non medis dari parkir.

-------------------

Ada perubahan di RS Bersalin Siti Aisyah, Kota Probolinggo. Terutama di lokasi yang saat ini difungsikan untuk tempat parkir bagi mobil dan motor.

Kondisinya jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, tempat parkir ini terasa lapang. Di sana, terlihat lima mobil diparkir.

Selain itu, juga tersedia tempat parkir motor yang dilengkapi atap untuk pelindung. Tempat motor ini bisa menampung lebih dari 50 motor. Sedangkan untuk mobil bisa menampung sekitar 20 mobil.

Kondisinya jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Saat itu, kondisi tempat parkir cukup sempit. Sebab, ada beberapa bangunan dan warung di sekitarnya. Sehingga daya tampungnya pun terbatas.

Selain itu ada hal baru di lokasi parkir RS Bersalin Siti Aisyah. Di sana, ada portal parkir elektronik. Tepatnya, di jalan keluar masuk ke lokasi parkir.

Warga yang ingin memarkir kendaraan tidak bisa serta merta masuk ke lapangan parkir seluas sekitar 1500 meter persegi itu. Mereka harus masuk melalui pintu yang mengarahkan ke jalur masuk dan menerima karcis dari petugas di loket.

Di dekat pintu masuk juga ada tulisan besaran tarif parkir kendaraan. Untuk motor sekali masuk Rp 2.000, bermalam Rp 3.000. Mobil sekali masuk Rp 3.000 dan bermalam Rp 5.000.

Untuk truk atau truk boks, sekali masuk Rp 5.000 dan bermalam Rp 7.000. Karcis tersebut harus disimpan oleh warga yang memarkir kendaraan. Sebab, saat keluar karcis tersebut harus dikembalikan kepada petugas loket bersamaan dengan membayar tiket parkir. Di lapangan parkir tersebut selain ada tempat parkir untuk mobil dan motor, juga tersedia fasilitas masjid serta kamar mandi.

Kabag administrasi, Umum dan Keuangan RS Bersalin Siti Aisyah Nur Imron Rosyadi mengungkapkan, portal parkir elektronik ini belum lama terpasang. “Sekitar puasa itu dipasang, mungkin Mei-Juni. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan di luar pendapatan medis. Akhirnya diputuskan menggunakan portal parkir elektronik,” ujar Imron-sapaan Nur Imron Rosyadi.

Perubahan sistem parkir yang dilakukan oleh rumah sakit ini, awalnya tidaklah mudah. Tantangannya datang dari SDM yang tidak terbiasa menerapkan sistem ini. Juga ada penolakan dari warga keluarga pasien yang dirawat untuk parkir di sana.

“Awal-awal memasang portal parkir ini ada penolakan dari masyarakat. Ini hal yang wajar, karena pertama kalinya di Kota Probolinggo digunakan portal parkir elektronik,” ujarnya.

Imron menjelaskan, sat menggunakan sistem parkir biasa, warga yang parkir bisa bolak-balik keluar masuk dengan cukup membayar satu kali. “Misalnya saya mau parkir di sana, kemudian keluar dan mau balik lagi. Nah ketika balik lagi, jika pakai portal parkir maka harus bayar lagi,” ujarnya.

Berbeda saat menggunakan sistem parkir manual. “Kalau sistem lama, warga yang mau parkir ini bisa pesan ke petugasnya. Nanti saya mau parkir lagi gitu. Jadi gak perlu bayar lagi bisa. Kalau sekarang tidak bisa seperti itu,” ujarnya.

Imron menjelaskan, sistem parkir elektronik ini ada dua macam. Dengan melibatkan pihak ketiga seperti dari SECURE dan tanpa melalui pihak ketiga. Yaitu, dengan pembelian hardware dan software saja.

“Kami sudah mendapat tawaran dari pihak ketiga untuk pengelolaan parkir. Kami tinggal terima hasilnya saja. Tapi kami memilih tidak melalui pihak ketiga,” jelasnya.

Manajemen RS Bersalin Siti Aisyah pun membeli hardware dan software parkir elektronik. Peralatan ini dibeli dengan nilai Rp 60 Juta.

“Untuk petugas tetap dari petugas yang ada sebelumnya. Kemudian diberi pelatihan untuk menggunakan instrumen peralatan portal parkir selama kurang lebih 1 bulan,” ujarnya.

Imron menyebut, rumah sakit tidak melibatkan pihak ketiga, karena ingin memberdayakan petugas parkir lama. Jika melibatkan pihak ketiga, maka petugas untuk portal parkir disiapkan oleh pihak ketiga.

Penggunaan sistem portal parkir ini terbukti efektif untuk meningkatkan pendapatan non medis dari parkir. Peningkatan pendapatan bahkan lebih dari 100 persen.

“Sebelum pakai portal parkir, rata-rata setiap hari pendapatan dari jukir hanya Rp 120 ribu sampai Rp 150 ribu per hari. Sekarang bisa Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu per hari,” ujarnya.

Penggunaan portal parkir elektronik juga memastikan bahwa pendapatan parkir lebih transparan. Mengingat siapapun yang menggunakan parkir, maka datanya akan masuk melalui sistem elektronik.

“Sistem ini juga dilengkapi dengan CCTV, sehingga tetap terpantau keamanan kendaraan. Namun juga hendaknya pemilik kendaraan tetap hati-hati dengan barangnya di kendaraannya,” jelasnya. (put/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin
#siti aisyah #rs bersalin #rsab