Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, tiang listrik yang roboh itu ada di Dusun Pojok, Desa Pandansari; Dusun Beras, Desa Tukul; dan Dusun Plalangan, Desa Sumber. Robohnya tiang listrik ini membuat 28 unit trafo padam. Akibatnya, jaringan listrik ke 5.600 pelanggan PLN juga padam.
Camat Sumber Saniwar saat dikonfirmasi mengatakan, cuaca ekstrem terjadi sejak Sabtu (2/11) sore. Saat itu turun hujan dengan intensitas rendah-sedang yang disertai angin kencang.
”Informasi tentang tiang listrik roboh itu diketahui pukul 19.00. Kondisi di atas hampir semuanya padam,” katanya.
Saniwar menjelaskan, tiang listrik yang roboh kondisinya berbeda-beda. Ada tiang listrik yang roboh ke tengah jalan, ada tiang listrik yang patah, dan ada tiang listrik yang miring.
”Tiang listrik roboh ada yang karena tanahnya gembur terkena hujan terus menerus. Ada juga yang terkena pohon tumbang,” lanjutnya.
Akibatnya, banyak trafo yang padam. Sehingga, aliran listrik ke rumah warga juga banyak yang mati.
”Kami berharap tiang listrik yang roboh bisa segera diperbaiki. Karena jumlah warga yang terdampak cukup banyak. Setidaknya ada sekitar 5.600 pelanggan listrik yang terdampak listrik padam,” terangnya.
Untungnya, dikatakan Camat, tidak sampai ada korban jiwa dalam kejadian itu. Warga menurutnya, sejak Sabtu sore tidak keluar rumah.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi saat dikonfirmasi membenarkan cuaca ekstrem yang terjadi di Sumber. Menurutnya, relawan dan petugas sudah di lokasi untuk membantu perbaikan.
”Kondisi pancaroba ini harus diwaspadai oleh masyarakat. Sebab, rawan banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya,” imbuhnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin