Ketua Paguyuban PKL Buah Buamin mengatakan, relokasi itu sebetulnya sangat efektif. Di hari pertama Senin (14/10), pembeli masih antusias dan banyak berdatangan ke lokasi relokasi di sisi selatan SPBU Jalan Mastrip. Namun, menjelang siang dan kemarin hanya ada 6 PKL yang bertahan.
“Memang kemarin pembelinya tidak sebanyak yang di jalan, namun kan ini bertahap. Sebab, pembeli juga perlu waktu agar tahu jika PKL buah berada di sini (tempat relokasi),” ujarnya, kemarin.
Menurutnya, jika ada sejumlah PKL kembali ke jalan, pembeli di tempat relokasi akan semakin sepi. Karenanya, pihaknya meminta pemerintah bertindak tegas. “Percuma jika di sini hanya beberapa PKL saja, sedangkan yang lain tetap berjualan di jalan. Jika tidak ada ketegasan dari pemerintah, saya juga akan keluar dan kembali berjualan di jalan,” ujarnya.
Kemarin, sepanjang Jalan Mastrip dan Jalan Cokroaminoto, kembali dihiasi PKL buah. Rata-rata, mereka mengaku kembali ke jalan karena di lokasi relokasi dagangannya tidak laku. “Di sana tidak laku, makanya kembali ke jalan. Sepertinya yang lainnya juga berpikiran begitu, makanya juga kembali,” ujar pedagang anggur yang tidak mau disebutkan namanya itu.
Menyikapi itu, Sekertaris DKUPP Kota Probolinggo Sugeng Riyadi membenarkan banyak PKL yang mokong. Ia mengaku akan berkoordinasi dengan Satpol PP sebagai penegak peraturan. “Kami juga sulit. Makanya kami koordinasi dengan Satpol PP, sebab kami tidak bisa melakukan tindakan meski mereka (PKL buah) berjualan di depan kantor,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi. Termasuk memberikan pemahanan terkait langkah penertiban bagi PKL yang mokong. “Insyaallah minggu depan kami akan lakukan operasi gabungan. Selain itu, akan ada dua titik yang dipasang pos pantau,” ujarnya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin