Diduga, puluhan siswa ini salah informasi. Mereka hendak ikut mahasiswa yang informasinya akan unjuk rasa, Jumat (27/9). Namun, unjuk rasa oleh mahasiswa itu urung dilakukan.
Alhasil, puluhan siswa SMK itu tetap melanjutkan rencana unjuk rasa. Ada yang berpakaian bebas, ada pula yang masih memakai seragam.
Awalnya, mereka berkumpul sekitar pukul 14.30 di Museum Kota Probolinggo, Jl Suroyo. Selanjutnya, dengan membawa sejumlah poster, mereka bergerak ke kantor DPRD Kota Probolinggo dengan naik sepeda motor.
Namun, aksi mereka dibubarkan petugas intel Polres Probolinggo Kota (Polresta). Sebab, aksi itu tidak berizin. Namun, sejumlah pelajar enggan membubarkan diri. Beberapa di antara mereka bahkan sempat membuat keributan.
Petugas akhirnya mengamankan seorang pelajar di depan kantor DPRD karena dianggap menjadi provokator. Pelajar tersebut langsung dimasukkan ke mobil patroli Mapolresta. Satu pelajar lagi diamankan di depan Stasiun Kota Probolinggo. Sementara puluhan pelajar lain yang bersepeda motor, berpencar kabur.
Saat ditemui di Mapolresta, pelajar yang diamankan ini mengaku tidak ada yang menyuruh. “Saya tidak ada yang nyuruh. Saya lihat di YouTube dan FB. Masa ada pasal yang mengatur, hewan masuk ke halaman orang lain bisa kena pidana dan dipenjara,” bebernya.
Kasat Intel Polresta Probolinggo Iptu Dartok saat dikonfirmasi menegaskan, para pelajar itu hanya diamankan. Mereka pun langsung dipulangkan ke orang tuanya. (rpd/hn) Editor : Jawanto Arifin