Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Inilah Sosok Sertu Bambang yang Tewas saat Gagalkan Pencurian

Jawanto Arifin • Kamis, 26 September 2019 | 15:08 WIB
Photo
Photo
Duka mendalam sedang dirasakan keluarga besar Kodim 0820 Probolinggo. Salah satu anggotanya, Sertu Bambang Irawan, 54, meninggal demi mengamankan lingkungannya.

AGUS FAIZ MUSLEH, Probolinggo, Radar Bromo

Duka itu dirasakan oleh hampir semua anggota Kodim 0820 Probolinggo. Terutama mereka yang mengenal Sertu Bambang Irawan.

Hari itu, salah satu anggota Kodim 0820 menunjukkan status pribadinya di WhatsApp miliknya. Anggota yang tidak mau namanya disebut itu, melukiskan perasaannya atas meninggalnya Sertu Bambang.

“Indonesia berduka atas kepergianmu. Kau adalah kakak, aku adikmu. Apakah aku harus diam saja melihat ketidakadilan atas tertegunnya mereka.”

Ya, keluarga besar Kodim 0820 Probolinggo pantas berduka. Bagaimana tidak? Lelaki yang sudah masuk Masa Persiapan Pensiun (MPP) empat bulan yang lalu itu, meninggal karena usahanya mengamankan lingkungan tempat tinggalnya.

Sertu Bambang meninggal kehabisan darah karena mengalami luka bacok akibat sabetan celurit oleh dua pelaku pencurian motor di lingkungannya. Aksi heroiknya itu akhirnya bisa menggagalkan pelaku membawa kabur motor curiannya, Selasa (24/9). Namun, nyawa Sertu Bambang kemudian yang menjadi penggantinya.

Arif Rahman Basri, 24, anak pertama Sertu Bambang menjelaskan, memasuki MPP, ayahnya mulai mencari kegiatan lain. Salah satu kegiatan yang biasa dilakoninya adalah bersepeda dan berlari.

“Ayah suka bersepeda empat bulan ini. Karena kan sudah tidak ke Koramil Bantaran lagi,” terangnya saat ditemui di rumahnya di Kav Angguran 1, RT 3/RW XVI, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Di mata Arif, ayahnya adalah sosok ayah yang luar biasa. Dia tidak pernah memukul anak-anaknya, meski semarah apapun. Selain itu, korban juga dikenal pendiam saat di rumah.

“Ayah itu tegas dan disiplin. Namun, tidak pernah memukul anak-anaknya,” ujarnya.

Prinsip hidup yang diajarkan Bambang pada anak-anaknya dicontohkan pada perilaku disiplin dan tegas. “Saya kira sikap Ayah yang dingin itu sebagai gambaran cara mendidik anaknya,” jelasnya.

Meski pendiam, Sertu Bambang dikenal memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Keberanian Bambang mengejar dua pelaku pencurian motor di lingkungannya, Selasa (24/9), menjadi salah satu contoh sikap sosialnya yang tinggi.

Photo
Photo
PENGHORMATAN TERAKHIR: Pemakaman Sertu Bambang yang digelar ala militer. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Bahkan, saat kejadian, Arif yang hendak berangkat kerja dilarang keluar oleh ayahnya. “Jangan berangkat kerja dulu, di luar ada maling,” katanya menirukan pesan ayahnya.

Tak dinyana, ayahnya kemudian keluar rumah untuk mengejar pelaku pencurian itu. Hingga akhirnya, terlibat perkelahian dengan pencuri dan harus berkorban nyawa.

Semasa hidup juga, Sertu Bambang aktif takziah pada warga yang meninggal di lingkungannya. “Bukan hanya di sini saja Ayah takziah. Di desa lain kalau dengar ada yang meninggal, Ayah pasti datang untuk takziah,” jelas Arif.

Sementara itu, di mata rekan-rekannya sesama anggota TNI, ayah tiga anak itu dikenal sangat ramah pada rekan kerjanya. Istri Sertu Bambang juga aktif di Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana “Sangat loyal terhadap teman dan sangat ramah orangnya,” ungkap Martono, Penerangan Kodim (Pendim) 0820.

Hariyanto, teman seangkatan Sertu Bambang menyebut, almarhum orang yang baik. Tidak pernah berbuat yang aneh-aneh, juga dikenal sebagai sosok humoris.

Bersama almarhum, Hariyanto pernah di Batalyon Raider 515 Kostrad di Jl. Pemandian, Krajan II, Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember pada Tahun 1988. Saat ini Hariyanto bertugas di Koramil Pajarakan.

“Dalam kesehariannya dia tidak pernah neko-neko, di sisi lain dia juga riang orangnya,” ujarnya.

Selama 27 tahun menjadi anggota TNI, Sertu Bambang ditugaskan ke sejumlah daerah. Karena berbagai tugas yang diembannya itu, dia diganjar 10 penghargaan.

Antara lain, SL Bintang K.E.P Naraya; SL Kesetiaan VIII TH; SL Kesetiaan XVI TH; SL Kesetiaan XXIV TH; SL GOM IX/Raksaka Dharma (bertugas di Irian Jaya); SL Seroja; SL Seroja; SL Seroja; SL Seroja (bertugas di Timor Timur); dan SL Kesetiaan XXX TH. (hn) Editor : Jawanto Arifin
#kodim 0820 #tentara dibacok maling #Tentara tewas dibacok maling #koramil bantaran #maling kebonsari kulon #Polresta Probolinggo #Kawasaki Ninja