Para pedagang ini akan diliburkan karena pada Sabtu 31 Agustus dan 1 September ada kegiatan Panggung Gembira di Alun-alun Kota Probolinggo. Karenanya, para PKL diimbau tidak berjualan di sekitar alun-alun.
Ketua Paguyuban PKL Kota Probolinggo Alifurrahman mengatakan, adanya rencana libur itu tidak ada koordinasi dengan pihaknya. Pihaknya juga mengaku belum mendapat surat pemberitahuan. “Ada sejumlah PKL yang menghubungi saya dan menyampaikan kalau Pasar Tugu pada Sabtu-Minggu, tutup sementara,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan ini meresahkan PKL. Sebab, pendapatan mereka banyak diperoleh dari kegiatan Pasar Tugu. Dengan liburnya kegiatan Pasar Tugu, otomatis tidak ada pendapatan. “Padahal, dengan adanya kegiatan Panggung Gembira, otomatis banyak pengunjung yang datang ke sana. Yang berpotensi sebagai pembeli produk PKL,” jelasnya.
Alif menyayangkan tidak adanya koordinasi dengan PKL dan pedagang Pasar Tugu terkait kegiatan Panggung Gembira di alun-alun. “Pedagang berharap tetap bisa berjualan di Pasar Minggu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo Gatot Wahyudi membenarkan akan diliburkannya kegiatan Pasar Tugu.
“Kami sebenarnya sudah meminta agar kegiatan Pasar Tugu tetap berjalan karena dengan adanya keramaian seperti Panggung Gembira, justru menarik pengunjung datang ke alun-alun. Hal ini diharapkan meningkatkan penjualan PKL dan pedagang Pasar Tugu,” ujarnya.
Namun, dari hasil rapat diputuskan Pasar Tugu tetap libur. Mengingat, saat kegiatan Panggung Gembira, diperlukan akses bagi penari yang akan masuk ke alun-alun. “Alasan tutup itu karena nanti, rencananya dalam kegiatan Panggung Gembira akan ada aksi tari seperti Jaran Bodhag. Penari ini perlu jalan, kalau ada pedagang sulit bagi penari,” ujarnya.
Alternatif lain memindahkan lokasi Pasar Tugu, sulit dilakukan. Mengingat kegiatan Pasar Tugu, bagian dari car free day yang pusat kegiatannya di sekitar Alun-alun Kota Probolinggo. (put/rud) Editor : Jawanto Arifin