Sejumlah mahasiswa itu tergabung dalam Kelompok KKN 137. Mereka menilai banyak hasil pertanian di Desa Ambulu yang dapat dikembangkan. Sehingga, Divisi Ekonomi dan Kewirausahaan berinisiatif mengolah hasil panen pertanian agar nilai jualnya semakin tinggi.
Karenanya, Kelompok KKN 137 mengadakan penyuluhan pembuatan susu jagung. Mereka mengajak warga mengolah jagung menjadi susu yang diolah dengan susu, gula, air, dan garam. Hasilnya, cukup bermanfaat bagi kesehatan. Seperti, dapat meningkatkan stamina, menunda lapar di pagi hari, minuman pencegah anemia, menurunkan kolesterol, melindungi jantung, serta pencegahan kanker usus dan wasir.
Pembuatan susu jagung juga membuat masyarakat mengerti, bahwa jagung tidak hanya dijual dengan hasil panen. Namun, juga dapat dijadikan produk yang lebih bernilai. Produk ini dipilih karena cara pembuatannya yang sederhana dan bahan-bahan mudah ditemukan.
Selain susu jagung, Kelompok KKN 137 juga mengembangkan usaha kerupuk samiler milik Purwohadi, warga Desa Ambulu. Yakni, dengan mengembangkan varian rasa kerupuk. Dari yang awalnya hanya berasa original, dikembangkan dengan beragam rasa. Seperti rasa balado, pedas, BQQ, dan jagung. Juga dilakukan proses pengemasan dan labelisasi. Semua itu dilakukan untuk meningkatkan nilai jual kerupuk samiler. (*) Editor : Jawanto Arifin