Ya, sejak meredup usai gagal kala merger dengan Bondowoso United (menjadi Probond-U), nama Persipro tak lagi digunakan. Tim kebanggaan Kota Probolinggo itu mengenakan nama Probolinggo United (PU).
Untuk menggunakan nama Persipro kembali, sejauh ini masih belum bisa. Sebab, nama Persipro masih terkena sanksi PSSI.
Nama Persipro boleh digunakan asal tidak sama persis. Oleh karenanya, manajemen pun menggunakan nama Persipro 54. “Angka 54 sesuai dengan angka kelahirannya,” terang Slamet Riyadi, sekretaris Persipro 54.
Dengan digunakannya nama Persipro 54, diharapkan bisa mengerek mental arek-arek Lasminggo –julukan Persipro 54-. Sebab, nama Persipro memiliki nilai histori tinggi.
Untuk mengarungi musim ini, Persipro 54 masih mempercayai pelatih kawakan Jessie Mustamu sebagai juru racik. Jessie yang ditemani asisten pelatih Soeharjono pun telah memilih 25 pemain untuk mengarungi kompetisi.
Ada lima pemain senior yang dipilih jajaran pelatih. Yakni, Hasan Basri, Puguh Wijaya, Andi Purnomo, Nuril Hidayat, serta Dedy Dores. “Target kami lolos putaran pertama dulu,” jelas Suharjono.
Jelang digulirkan laga, Persipro 54 sempat terkendala seputar penggunaan Stadion Bayuangga yang jadi homebase Persipro 54. Sebab, Stadion Bayuangga rencananya juga bakal jadi venue Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) tahun ini.
Namun, usai pembahasan bersama, dipastikan penggunaan Stadion Bayuangga untuk Semipro, tak akan mengganggu jadwal kandang Persipro 54. (rpd/mie) Editor : Jawanto Arifin