PPK Jalan Nasional Wilayah Probolinggo-Lumajang Hendy Joko S mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan jalan ini rawan macet. Bukan hanya masalah lebarnya jalan maupun insiden kecelakaan, hingga menyebabkan jalur Probolinggo-Lumajang macet hingga 18 jam.
Menurutnya, lebar Jalan Raya Probolinggo-Lumajang, 7 meter. Ini, sama dengan lebar jalan raya lainnya. Tapi, di tempat lain tidak terjadi masalah seperi di jalur Probolinggo-Lumajang.
“Setelah kami amati beberapa bulan terakhir, kemacetan di jalur Probolinggo-Lumajang, bukan karena faktor jalannya. Ada faktor lain yang paling berdampak,” katanya.
Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan kemacetan di jalur selatan. Terutama, faktor kelayakan kendaraan yang melintas. Menurutnya, banyak kendaraan, terutama truk yang tak layak jalan. Penyebab kemacetan terakhir ini, karena adanya truk bermuatan tebu yang terguling di tengah jalan. “Belum lagi truk yang tidak kuat melintasi tanjakan jalur Probolinggo-Lumajang. Karena kendaraan tak layak jalan,” ujarnya.
Faktor lain, kata Hendy, kurang sabarnya pengemudi saat terjadi gangguan arus lalu lintas. Mereka melanggar markah dengan menerobos kendaraan yang berhenti di depannya. Akibatnya, terjadi kemacetan tali simpul dan sulit diuraikan.
“Saat ada gangguan di jalan, petugas sudah berusaha cepat mengevakuasi kendaraan ke tepi jalan. Tapi, karena pengendara yang tidak sabar dan tak tertib, membuat arus lumpuh total,” ujarnya.
Namun, Hendy mengaku, pihaknya tetap berupaya melebarkan jalan ini. Meski persoalan utamanya bukan karena kelebaran jalan. Tahun ini ada rencana pelebaran jalan Kecamatan Klakah, Lumajang. Sedangkan, di wilayah Probolinggo masih diusulkan tahun depan.
“Kami berharap pemerintah daerah juga ikut berperan berkomunikasi dengan Pemprov atau Pusat. Supaya ada percepatan pembangunan jalur selatan Probolinggo,” ujarnya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin