Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiga Laka–Pasar Tumpah, Penyebab Probolinggo–Lumajang Macet 18 Jam

Jawanto Arifin • Minggu, 28 Juli 2019 | 13:02 WIB
DCIM100MEDIADJI_0041.JPG
DCIM100MEDIADJI_0041.JPG
LECES, Radar Bromo - Kemacetan panjang terjadi di jalur Probolinggo–Lumajang, selama kurang lebih 18 jam. Penyebabnya, tiga kecelakaan tunggal terjadi di Kecamatan Leces dan Tegalsiwalan. Ditambah pasar tumpah di Ranuyoso, Lumajang.

Tiga kecelakaan itu terjadi pada Jumat (26/7) dan Sabtu (27/7). Pada Jumat (26/7), pukul 16.20, sebuah truk pengangkut tebu guling di Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Masih di hari Jumat, sebuah truk pengangkut tripleks terguling di Jalan Raya Leces, Blok Jerukan, Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo. Kecelakaan itu terjadi pukul 18.30.

Bahkan, sampai Sabtu esok harinya, pukul 10.05, proses evakuasi masih dilakukan. Evakuasi dilakukan secara manual. Tripleks dari truk Nopol N 0742 DH yang terguling, dipindah ke truk lain. Yaitu, Nopol N 8483 DG.

Lalu Sabtu (27/7), pukul 02.00, sebuah truk gandeng mogok di Jalan Raya Leces, Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces. Tepatnya di depan SPBU Malasan.

Kemacetan dimulai dari exit Tol Probolinggo Barat, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, hingga terminal Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Kemacetan bahkan terjadi sampai sekitar 18 jam.

Yaitu, sejak truk guling yang terjadi Jumat (26/7), pukul 16.20 di Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces. Sampai Sabtu (27/7), pukul 10.00, kemacetan masih terjadi. Khususnya kendaraan dari Probolinggo–Lumajang.

Ade, seorang pengendara mobil dari Lumajang mengaku, berangkat dari Lumajang pukul 17.00, Jumat. Dan Sabtu esok harinya, pukul 10.15, dia baru sampai di Jalan Wonorejo, Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan. Ade terjebak macet selama 18 jam.

Sabtu, dia bersama istri dan anaknya, istirahat di Jalan Wonorejo untuk melepas lelah. Menurutnya, pengendara lebih baik istirahat saat lelah dalam perjalanan.

“Saya istirahat ini bersama anak dan istri. Sambil nunggu arus lalu lintas lancar,” katanya.

Hal serupa dialami Hanif, 40, asal Kecamatan Sumbersari Kabupaten jember. Sabtu, sekitar pukul 04.00, dia bersama keluarganya, berangkat dari Jember ke Surabaya. Rencananya, Hanif akan lewat exit Tol Probolinggo Barat di Leces.

Namun, macet terjadi sejak terminal Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Untuk menghindari kemacetan, dia pun memilih lewat jalur alternatif.

“Dari rel kereta api Klakah itu, saya belok kanan, terus ke utara. Tahu-tahu sudah sampai Leces,” jelasnya.

Sampai di Leces pukul 10.55, Hanif berhenti sejenak di Indomaret Sumberkedawung, Kecamatan Leces untuk membeli makanan ringan dan mengisi saldo E-toll.

Namun, saat akan melanjutkan perjalanan, mesin mobilnya tidak bisa dihidupkan. Diduga, mesin mobilnya panas setelah terjebak macet. Hanif pun terpaksa berhenti di Leces dan memanggil montir dari bengkel terdekat.

“Ini sekitar 7 jam dari Jember, masih sampai Leces. Apa sebab macetnya, saya tidak tahu. Yang jelas, saya telat menghadiri pernikahan keponakan saya di Surabaya,” ucapnya.

Pengendara sepeda motor, Achmad Zainur Ridho, 24, juga terjebak macet. Warga Lumajang itu bahkan sampai kehabisan bensin di jalan. Dia pun terpaksa mendorong motornya dari Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan hingga Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces.

“Akibat macet jadi lupa isi bensin. Jadi saya dorong motor sekitar 4 kilometer. Baru dapat bensin,” ucapnya.

Ridho panggilannya mengatakan, tidak tahu apa penyebab macet. Yang dia tahu, malam itu Pasar Ranuyoso ramai.

“Jadi semalam (Jumat malam, Red.) di Pasar Ranuyoso itu ramai kendaraan dan penjual. Itu juga menyebabkan macet,” ucapnya.

Dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ega Prayudi membenarkan, macet terjadi karena kecelakaan. Awal mula macet disebabkan truk pengangkut tebu guling. Disusul oleh truk gandeng yang mogok.

“Untuk truk pengangkut tripleks yang guling, akan segera kami telusuri,” ujarnya

Dia menambahkan, truk yang guling dan yang mogok, sudah dievakusi. Karena itu, kondisi arus lalu lintas menurutnya, hanya tinggal menunggu terurai.

“Kami tidak menemukan lagi penyebab titik kemacetan. Untuk dua penyebab kemacetan sudah dievakuasi dan tidak menjadi hambatan bagi pengendara,” imbuhnya.

Kanitlantas Polsek Ranuyoso Aipda M. Guntoro bersama rekannya Aipda Fabian menjelaskan, macet parah terjadi Jumat malam. Kemacetan disebabkan oleh ulah pengendara sendiri.

“Semalam (Jumat malam, Red.) itu, macet parah. Pengendara banyak yang berkendara saling sikut, saling mendahului, sama-sama tidak mau mengalah. Itu malah membuat makin macet,” katanya.

Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo Siswandi menambahkan, truk pengangkut tripleks yang guling pada Jumat, pukul 18.30 , membuat macet makin parah. Laka ini menghambat petugas mengurai kemacetan.

Sebab, evakuasi para triplek dilakukan manual. Tripleks yang dipindahkan ke truk lain, sedikit memakan bahu jalan. Sehingga menyebabkan penurunan kecepatan bagi pengendara lain.

“Itu truknya kurang ke pinggir. Tolong lebih dipinggirkan,” katanya pada sopir dan kernet truk, Sabtu, pukul 09.11. (mg1/hn) Editor : Jawanto Arifin
#macet leces #kecelakaan #pasar tumpah #macet 18 jam #jalur probolinggo-lumajang