Gudang yang terbakar merupakan ruang Material Kurang (MK) atau bahan metah. Bahan itu nantinya digunakan untuk dijadikan plywood atau triplek.
Gudang itu berada di belakang pabrik. Tepat di sisi utara lahan pembuangan sampah sisa produksi. Lantaran bahan di gudang itu mudah terbakar, si jago merah pun lantas cepat menjalar dan membesar.
Pantauan Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, hingga pukul 19.15, si jago merah masih tampak besar membara. Sejumlah pekerja berusah amemadamkan api menggunakan manual.
Mobil pemadam kebakaran (PMK) yang tiba di lokasi milik Pemerintah Kota Probolinggo (Pemkot) sekitar pukul 18.30. sedangkan mobil PMK milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, hingga pukul 19.15, tak kunjung tiba. Informasinya, sedang mengalami gangguan pada mesin mobil PMK.
”Yang menghubungi damkar kota (Probolinggo) dari kami. Kebetulan ada kendala teknis pada fire truck kami (Kabuapten Probolinggo) tadi. Tetapi, sekarang sudah di lokasi,” kata Dwi Joko Nurjayadi kepala Dinas Satpol PP Kabuapten Probolinggo, saat dikonfirmasi pukul 19.40.
Zainul, petugas sekuriti PT. HWI Tongas yang menjadi saksi pertama kejadian kebakaran mengatakan, dirinya saat itu tengah bertugas. Kebetulan, dirinya hendak patrol dan dari sisi timur sudah terlihat ada api di sebelah pojok barat gudang belakang atau ruang MK. Dirinya dengan sigap langsung ke pos mengambil Apar (Alat Pemadam Api Ringan). Namun, ternyata dalma hitungan menit, api sudah langsung membesar dan tidak bisa dipadamkan menggunakan apar. (mas/mie) Editor : Muhammad Fahmi