Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jamiyah Hadrah Al Karomah, Salawatan Sembari Cetak Generasi Agamis

Jawanto Arifin • Sabtu, 25 Mei 2019 | 20:45 WIB
Photo
Photo
Majelis ini memakai musala Al Abror, Jalan Musi Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok Kota Probolinggo, untuk tempat berkumpul. Saat berlatih bersama, puluhan pemuda berkumpul.

---------------

Jamiyah hadrah sendiri berdiri mulanya berada di Madrasah Miftahul Ulum Jrebeng Kulon. Di madrasah itu, kerap mulanya kerap diadakan belajar mengajar. Menilik sejarahnya, orang yang mengajari pertama kalinya berasal dari guru tugas utusan Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan.

Photo
Photo
RAMAI: Masyarakat menyaksikan penampilan Jamiyah Hadrah Al Karomah. (Istimewa)

Dari salah ustad atau guru tugas inilah, kemudian dikenalkan ke pemuda atau siswa sekolah tersebut. Semenjak itu, majelis Salawat Hadrah AL Karomah, mulai aktif.

”Tidak hanya hadrah banjari, tapi tim hadrah ini sudah mempunya tim rudat atau javen untuk lebih bisa menghibur warga. Terutama ketika diundang hajatan seperti acara nikahan atau acara keagamaan lainnya,” kata Ketua Jamiyah Hadrah Alkaromah, Abd Rahman.

Rahman mengungkapkan, tidak hanya salawatan bersama yang digelar setiap minggu. Lebih dari itu, Jamiyah Hadrah ini setidaknya bisa mencetak generasi agamis. Dari awalnya hanya urakan, justru bisa dialihkan ke hal yang positif. "Alhamdulillah.... Secara istiqomah kami terus mendidik generasi penerus ke hal yang positif," ungkapnya.

Lebih dari itu, lanjut Rahman, generasi awal di jamiyah ini turut pula bisa membesarkan Kota Probolinggo di berbagai bidang. Mulai dari perdagangan hingga mencetak orang-orang yang kompeten.

"Dari jurnalis, pengusaha, guru, hingga penyelenggara pemilu seperti Bawaslu atau KPU. Ini tidak lepas dari barokah dari salawat selama ini," katanya.

Rahman menambahkan, disamping itu juga secara konsisten majelis Hadrah Al Karomah mempertahankan kesenian seperti ini hingga sudah lebih dari 25 tahun berdiri. Tak jarang, Al Karomah juga mengharumkan Kota Probolinggo di kesenian Albanjari se-Jawa Timur.

"Alhamdulillah, sudah pernah juara di Sidoarjo, Pasuruan, Lumajang dan Jember. Itu tidak lebih dari mempertahankan kesenian salawat di zaman yang sudah modern seperti sekarang," katanya.

Rahman mengharapkan, ada perhatian dari Pemkot Probolinggo. Paling tidak setahun sekali ada festival hadrah yang seperti sudah dilaksanakan.

"Alhamdulillah, wali kota sekarang sudah paham. Karena beliau juga menjadi salah satu tokoh yang terus mendukung majelis Al Karomah. Bahkan jauh sebelum beliau menjadi wali kota dan DPR RI," ungkapnya.

Rahman menambahkan, kegiatan istiqamah yang dilakukan majelis Salawat Al Karomah Kota Probolinggo adalah kepedulian terhadpa anak yatim piatu. Tiap memperingati hari besar Islam, 1 Muharam, dipastikan adakan gebyar salawat dan santunan anak yatim paitu.

Ini merupakan kegiatan yang biasa dilaksanakan. "Alhamdulillah, tidak hanya warga Jrebeng Kulon yang antusias. Tapi warga dari kelurahan lain juga banyak yang menyumbangkan dana, materi hingga tenaga," kata ungkpanya.

Menurut Rahman, kegiatan ini seperti halnya CSR pada perusahaan. Namun bakti sosial bagi Jamiyah Al Karomah. Ya, kegiatan ini kebanyakan dana dari kas jamiyah yang berasal dari undangan atau perform ke rumah warga selama setahun. "Ini sadaqohnya jamiyah untuk masyarakat," katanya. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin
#seni hadrah #jamiyah hadrah al karomah #grup salawat