Salah satu sebabnya, karena cuaca yang tak mendukung. Selama empat bulan pertama, Madakaripura lebih sering diguyur hujan. Sehingga, pengunjung yang datang pun sedikit.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, wisata air terjun madakaripura ditarget PAD sebesar Rp 300 juta setahun. Dan, hingga akhir April, capaian PAD dari Madakaripura Rp 85.800.000. Artinya, baru sekitar 28 persen dari target tahunan.
Musa, kasi Destinasi Wisata di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Budaya (Dispora Parbud) Kabupaten mengatakan, capaian retribusi dari tiket masuk Madakaripura memang tidak terlalu besar. Sebab, kondisi cuaca tidak mendukung selama empat bulan pertama tahun ini.
Menurutnya, curah hujan tinggi di Madakaripura. Sehingga, daerah itu rawan longsor. Bahkan, sempat ada longsor di dekat pintu masuk air terjun Madakaripura.
"Wisata air terjun Madakaripura sangat dipengaruhi cuaca. Jika cuaca buruk, tidak ada pengunjung yang datang. Empat bulan awal tahun sering turun hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga, jumlah pengunjung pun menurun," katanya.
Meski demikian, menurutnya, pihaknya optimistis target PAD Rp 300 juta setahun akan tercapai. Karena diperkirakan setelah bulan Ramadan, kunjungan wisatawan akan kembali normal dan lebih ramai.
"Selama bulan puasa pengunjung memang makin sepi. Jumlahnya menurun drastis. Jadi, masukan untuk PAD belum maksimal," terangnya.
Hingga saat ini, dikatakan Musa, capaian retribusi sudah sekitar 28 persen. Kekurangan target sekitar Rp 215 juta, optimistis bisa dicapai pada bulan-bulan berikutnya.
“Bulan depan kan sudah musim kemarau. Mulai libur hari raya Idul Fitri, pengunjung juga diprediksi akan ramai. Jadi, kami optimistis PAD bisa terdongkrak," terangnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin