Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proses Pembersihan di TITD Sumber Naga Pasca Terbakar, Paling Menguras Emosi saat Menyelamatkan Patung

Jawanto Arifin • Minggu, 19 Mei 2019 | 13:15 WIB
Photo
Photo
Hari ini (19/5) adalah perayaan Waisak yang seharusnya dirayakan dengan penuh khidmat oleh Umat Budha di Kota Probolinggo. Namun sayang, peristiwa kebakaran hebat yang melanda Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Sumber Naga membuyarkan hal itu. Kini, umat Tri Dharma berharap TITD kembali bisa digunakan.

-----------------

Waktu masih menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Situasi di sekitar TITD Sumber Naga, warga masih larut dalam hiruk pikuk dengan proses pemadaman api yang dilakukan petugas pemadam kebakaran (damkar). Sebuah mobil damkar kebakaran berukuran kecil, tampak keluar masuk secara bergantian untuk melakukan proses pemadaman sekaligus pembasahan.

Photo
Photo
KERJASAMA: Petugas damkar memadamkan api yang masih tersisa. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Sejumlah petugas damkar, polisi, serta jamaah klenteng ikut bergotong royong memindahkan patung dari ruangan tempat iubadah umat Buddha, di sisi barat yang sebagian masih selamat dari kobaran api. Seorang petugas damkar mengawali dengan memeriksa keamanan di ruang tersebut, sebelum menyilahkan beberapa orang lainnya untuk masuk dan ikut memindahkan patung.

Namun, petugas terlihat melarang beberapa orang untuk mendekat salah satu pintu di bangunan lainnya di sisi barat. Pasalnya, masih terlihat nyala api dari ruangan yang juga menjadi tempat penyimpanan patung.

Dengan menggunakan kain lap tebal untuk menahan panas, patung berhasil dikeluarkan dari ruang ibadah sisi barat. Patung tersebut kemudian dipindahkan ke GOR Tri Dharma yang hanay sepelemparan batu dari TITD.

Situasi tidak berbeda ketika pagi tiba. Berbeda dengan saat dini hari, situasi di dalam area TITD tampak lengang. Hanya ada beberapa pengurus Klenteng yang ada di lokasi. Pagar TITD dalam keadaan tertutup. Garis polisi masih terpasang di pagar. Garis polisi ini pula yang membatasi warga untuk masuk ke dalam area Klenteng.

Beberapa orang di dalam Klenteng tampak mengitari beberapa puing-puing bekas kebakaran. Puing-puing tersebut berwarna gelap. “Iya itu memang bekas patung yang terbakar. Kami sedang mencari patung-patung yang terbakar,” ujar salah satu umat yang enggan disebutkan namanya.

Pria berkaus merah itu menjelaskan, di dalam tempat penyimpanan patung, banyak patung yang terbakar. “Kami sedang mencari patung-patung yang terbakar itu. Ada yang selamat, tapi ada yang terbakar habis,” ujarnya saat melangkahkan kaki keluar dari halaman Klenteng.

Sementara itu Erfan Sutjianto, Ketua II TITD Sumber Naga membenarkan jika beberapa umat memutuskan untuk mencari patung-patung yang terbakar. “Sampai siang ini belum ada kepastian terkait labfor, makanya kami memutuskan untuk mencari patung-patung dewa yang terbakar,” ujarnya.

Meskipun telah terbakar, bagi umat TITD Sumber Naga, patung-patung tersebut merupakan patung dewa yang selama ini disakralkan. “Ada patung yang memang tidak digunakan untuk ibadah seperti yang ada di dalam ruang penyimpanan. Tapi ada yang digunakan ibadah di dalam bangunan utama. Ada 7 jumlahnya. Satu patung berhasil diselamatkan, 2 rusak sebagian, 1 terbakar 50 persen, sisanya terbakar,” ujarnya.

Matahari bergerek ke tengah. Saat itu datang berkunjung Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo Abdul Halim. “Ini musibah. Musibah yang tidak terduga sama sekali. Tentu akan kami upayakan untuk membantu. Apalagi besok (Minggu, 19/5, Red) adalah perayaan Waisak,” tambahnya saat disinggung upaya FKUB untuk membantu umat Tri Dharma yang baru tertimpa musibah.

Musibah kebakaran di salah satu rumah ibadah di Kota Probolinggo ini memantik simpati dari berbagai masyarakat. Beberapa warga yang datang untuk melihat kondisi Klenteng, menyayangkan peristiwa tersebut. Apalagi, kini kondisinya rusak parah. Maklum, bangunan itu juga menjadi salah satu destinasi wisata wisatawan.baik lokal maupun mancanegara.

“Sayang sekali terbakar seperti itu. Padahal besok (Minggu, 19/5, Red) adalah Waisak, gimana mereka mau sembahyang ya?” ujar Leli Nur Aliyah, 35, warga Kelurahan Mayangan yang datang ke Klenteng Sabtu (18/5) siang.

Perempuan berkerudung putih ini mengaku sering datang ke Klenteng, terutama saat ada kegiatan seperti Imlek. Meskipun muslim, dirinya melihat tempat ibadah ini sebagai bagian dari budaya Tionghoa yang perlu dilestarikan. “Mungkin bagi umat Tri Dharma, tempat ini adalah tempat ibadah. Tapi bagi saya tempat ini menjadi tempat belajar tentang kebudayaan,” ujarnya. (put/fun) Editor : Jawanto Arifin
#titd sumber naga #titd #kebakaran probolinggo #kelenteng sumber naga kebakaran #tempat ibadah tri darma #kelenteng kota probolinggo #damkar probolinggo #kapolresta probolinggo #Wali Kota Probolinggo #habib hadi