Namun, sampai Rabu (15/5), baru jamaah kelompok terbang (kloter) pertama yang sudah pulang. Mereka ada 14 orang. Sedangkan, 18 jamaah lainnya yang tergabung dalam kloter ke dua baru akan dipulangkan Kamis ini (16/5).
Salah satu keluarga jamaah umrah asal Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, Badrus Sholeh mengatakan, adiknya Thoriq sudah pulang dari Makkah. Rabu siang (15/5), pihaknya menjemputnya di Bandara Juanda Surabaya. “Alhamdulillah, adik saya dan rombongan kloter pertama sudah pulang. Adik saya pulang dari Jeddah ke Dubai, terus Jakarta, baru Juanda Surabaya,” katanya.
Namun, kata Badrus, sejauh ini pihaknya masih belum dapat memastikan pemulangan jamaah umrah rombongan kloter ke dua. Informasi dari jamaah yang kini masih berada di Makkah, mereka akan dipulangkan hari ini. Tapi, mereka kemarin belum memegang tiket pesawat. Sehingga, pihaknya masih menunggu kabar pemulangan orang tuanya yang tergabung dalam kloter dua.
“Informasinya akan pulang besok (hari ini). Tapi, masih belum tahu pasti karena belum pegang tiket. Kami tunggu kabar pemulangan orang tua dan rombongan kloter dua besok,” ujarnya.
Sedangkan, Agen Marketing PT Arahmah Sidoarjo Sholehah Madjid mengatakan, sejak awal Januari 2019, pihaknya tidak lagi bergabung dengan PT Shabilla Ebaldo Utama Rabat Tour. Sehingga, sejak itu para jamaah umrah yang berangkat melalui travelnya, PT Arrahmah Jakarta. “Jamaah umrah asal Probolinggo itu berangkat ke tanah suci Makkah lewat travel PT Arrahmah,” ujarnya.
Disinggung soal rencana pemulangan jamaah umrah kloter dua, Sholehah mengaku, masih terus berusaha menyiapkan pemulangan mereka. Semua itu dilakukan menggunakan dana pribadinya. “Rencana pulangnya besok (hari ini). Kami akan siapkan tiketnya besok,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, 32 jamaah umrah asal Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, telantar di Madinah. Ini, karena pihak travel tidak bertanggung jawab untuk memulangkan mereka. Bahkan, dikabarkan mereka harus menyewa sendiri hotel yang selama ini digunakan.
Rencana awal puluhan jamaah itu berangkat bersamaan pada 2 Mei. Namun, kemudian dibagi dua kloter. Kloter pertama 14 orang berangkat pada 2 Mei dan kloter ke dua 18 orang berangkat pada 6 Mei.
Namun, pihak travel membantah menelantarkan jamaahnya. Sholehah mengatakan, ada kendala terhadap dana talangan yang diajukan ke Primkopal, tidak disetujui. Sehingga, pihaknya harus mengeluarkan dana pribadi untuk memberangkatkan 32 jamaah tersebut. Karena dana harus menunggu penjualan aset pribadi, akhirnya jamaah umrah itu dibagi dua kloter. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin