Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, mendekati traffic light setelah keluar tol, ke arah kiri tertulis Sumberkedawung dan Leces. Sedangkan rambu ke arah kanan, tertulis Clarak dan Wonoasih. Bagi pengemudi asal luar Probolinggo, tentu rambu ini membingungkan.
Seperti yang Yusuf Khanafi, 34, pengemudi Gran Max asal Solo, Jawa Tengah. Ia mengaku hendak ke Jember. Namun, saat keluar dari exit tol Leces, ia merasa arah Jember itu belok ke kanan. “Saya ingatnya di pertigaan Jorongan, ada plang arah. Di situ, kok tertulis Surabaya Banyuwangi. Akhirnya saya tanya, ternyata salah arah,” katanya.
Menurut Yusuf, rambu arah di exit tol harusnya nama daerah yang dikenal masyarakat luas. Seperti halnya arah ke selatan itu tertulis Lumajang-Jember. kemudian arah ke utara tertulis, Kota Situbondo-Surabaya.
“Kami gak tahu nama di rambu arah itu daerah mana. Kami pikirnya jalur exit tol ini dari arah barat, jadi kalau ke Jember belok kanan,” ujarnya.
Sementara itu, Dirut PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol Dwi Pratikto mengatakan, rambu yang dipasang itu sesuai petunjuk Dishub Kabupaten Probolinggo. Namun, ia menerima saran jika dianggap penamaan rambu membingungkan. “Nanti akan kami jadikan evaluasi,” kata Dwi –sapaan akrabnya– saat dihubungi via telepon. (mas/rf) Editor : Jawanto Arifin