Tepatnya di warung rujak milik Munarya, 50, warga Dusun Dawuhan, RT 2/RW 3, Kelurahan Kedung Supit, Kecamatan Wonomerto. Pelaku sempat diamankan di Polsek Wonoasih, sebelum kemudian dibawa ke Polsek Wonomerto.
Menurut Wahyuning Santi, 24, putri dari Munarya mengatakan, ibunya baru buka warung dua hari. Selasa, Munarya hendak pulang ke rumahnya untuk mengambil barang.
Lokasi rumah tidak jauh dari warung. Karena itu, warung dibiarkan terbuka tanpa ada satu orang pun yang menjaganya. “Ibu saya mau ambil barang di rumah. Makanya warung ditinggal,” terangnya.
Saat kembali ke warung itulah, Munarya memergoki pelaku tengah membawa tabung elpiji 3 kg miliknya. Tabung itu dibawanya kabur dengan menggunakan sepeda motor matik.
Melihat kejadian itu, spontan Munarya berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan Munarya langsung mengejar motor pelaku. Pelaku pun berhasil ditangkap warga tak jauh dari lokasi pencurian.
Lantaran yang dicuri hanya tabung elpiji, Munarya dan anaknya tidak mau melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian. Namun, kejadian itu sudah didengar petugas Polsek Wonoasih. Petugas bahkan datang ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku.
“Sebetulnya kami tidak mau laporan. Sebab, hanya elpiji yang dicuri, kasihan dia (pelaku). Tapi, karena warga ramai lihat, jadi ada anggota (polisi) yang datang. Kan lokasinya bersebelahan dengan Polsek. Pelaku langsung dibawa ke polsek,” terang perempuan satu anak itu.
Bunah, 46, adik Munarya mengaku, tiga pekan sebelumnya juga pernah kehilangan tabung elpiji 3 kg atau elpiji melon. Informasi yang diterimanya, elpiji miliknya juga dicuri pelaku.
“Sekitar tiga minggu lalu, tabung saya hilang. Menurut tetangga yang tahu, pelakunya orang yang sama,” terang Bunah saat dijumpai media ini di warung rujak kakaknya itu.
Terpisah, Kapolsek Wonomerto AKP Sugiyanto membenarkan kejadian itu. Menurutnya, pencurian itu diselesaikan secara kekeluargaan. Lebih lagi yang dicuri hanya satu tabung elpiji melon.
“Kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi yang dicuri hanya satu tabung elpiji. Pelaku juga mengaku, terpaksa mencuri karena kesulitan ekonomi,” pungkasnya. (rpd/hn) Editor : Jawanto Arifin