Direktur RSUD Tongas dr. Moch. Asjroel Sjakrie mengatakan, pembangunan ruang bersalin ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan lebih pada ibu yang hendak bersalin. Mengingat, ruang bersalin yang ada saat ini jadi satu dengan ruang anak.
Selain itu, ruang bersalin yang ada ukurannya juga kurang luas. Dengan pembangunan ruang bersalin tambahan, ibu yang hendak melahirkan tidak perlu antre lagi.
”Kami menaruh perhatian pada ibu yang hendak melahirkan dan ingin memberikan rasa nyaman. Selain itu, juga menekan angka kematian ibu dan kematian bayi saat melahirkan,” katanya.
Anggaran pembangunan sendiri, menurut Asjroel, sebesar Rp 3 miliar dari APBD 2019 yang bersumber dari DID. Nantinya, ruang bersalin itu akan dibangun di samping ruang bersalin yang sudah ada sekarang.
”Nanti kami akan susun perencanaan dan proses pengerjaan pembangunannya. Tapi, semua akan melalui tahapan lelang dan lainnya,” paparnya.
Di sisi lain, menurutnya, satu dokter spesialis kandungan RSUD Tongas sudah selesai tugas pendidikannya. Dengan penambahan ruang bersaling, sangat tepat dengan selesainya masa tugas pendidikan dokter tersebut.
RSUD Tongas sendiri punya dua dokter spesialis kandungan. Satu di antaranya dari Jakarta.
”Dokter kandungan saat ini ada dua di RSUD Tongas. Salah satunya, dokter penugasan dari Jakarta yang masa tugasnya hampir selesai. Saat masa tugas beliau berakhir, sudah ada pengganti dokter kandungan RSUD yang tugas pendidikannya hampir selesai,” terangnya. (mas/hn) Editor : Jawanto Arifin