Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Alissa baru saja merampungkan kegiatannya di salah satu pondok pesantren di Lumajang. Ia hendak kembali ke Surabaya. Ketika sampai di pusat oleh-oleh Ketapang, Alissa meminta berhenti untuk membeli makanan.
Diduga karena kurang hati-hati, Alissa terjatuh. Saat itu juga, ia dibantu oleh sejumlah pengunjung dan warga setempat. Alissa kemudian dibawa ke IGD RS Dharma Husada. Petugas medis langsung melakukan tindakan. Hanya saja, Alissa meminta penanganan sementara.
Setelah dilakukan pemeriksaan, kaki kanan Alissa yang cedera langsung dipasang spalk, untuk mencegah pergeseran tulang. Pimpinan komunitas Gusdurian ini kemudian meminta segera dirujuk ke rumah sakit di Surabaya. Alissa tak lama berada di RS Dharma Husada. Sekitar 45 menit, antara pukul 14.30 sampai 15.15.
Sementara itu, Fendi Kusuma, tim medis yang ada di rumah sakit menduga jika Alissa mengalami patah tulang di bagian betis. “Hipotesanya, ibu Alissa mengalami patah tulang kaki bagian kanan akibat terjatuh. Namun lebih jelasnya harus di-rontgen. Sementara, kami pasang slinting untuk pencegahan awal dan juga mengurangi pergerakan tulang,” bebernya.
Sementara itu, hingga tadi malam, media ini belum mendapat keterangan dari Rifa, staf pribadi Alissa. Dihubungi melalui nomor teleponnya, tidak diangkat. Pesan WhatsApp juga belum dibaca. (rpd/rf) Editor : Jawanto Arifin