Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Libur Tahun Baru, TWSL Raup Pemasukan Rp 60 Juta Lebih

Jawanto Arifin • Rabu, 2 Januari 2019 | 16:21 WIB
Photo
Photo
PROBOLINGGO - Libur tahun baru dimanfaatkan warga Kota Probolingo dan sekitarnya untuk rekreasi. Salah satu wisata lokal yang jadi jujukan yaitu Taman Wisata Study Lingkungan (TWSL) kota setempat.

Selasa (1/1), TWSL disesaki ribuan pengunjung. Bahkan, sehari itu saja, total jumlah pengunjung TWSL mencapai 9.242 orang. Dari ribuan pengunjung itu, TWSL mendapat retribusi senilai Rp 60.027.500.

Sesaknya pengunjung membuat Jalan Basuki Rachmat pun macet. Terutama tepat di depan TWSL. Sebab, jalan tersebut digunakan untuk parkir kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat. Lokasi parkir yang biasa digunakan, tak cukup menampung kendaraan pengunjung yang datang.

Kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Budi Krisyanto mengatakan, tahun ini jumlah pengunjung TWSL meningkat dibanding tahun lalu. Tahun lalu, sekitar 9 ribu pengunjung datang saat liburan 1 Januari 2018. Sementara tahun ini mencapai 9.242 pengunjung.

Dari 9.242 pengunjung itu, terbagi atas 8.991 pengunjung TWSL dan 251 pengunjung flying fox. Jika dirinci lagi, dari 8.991 pengunjung TWSL, 5.686 di antaranya orang dewasa dan 3.305 sisanya anak-anak.

“Dari kunjungan sehari ini saja, jumlah total retribusi yang masuk PAD mencapai Rp 60.027.500,” terang pria yang akrab disapa Budi Kris itu.

Tidak hanya dari Kota Probolinggo, pengunjung TWSL juga berasal dari kota sekitar. Seperti Sutiha Srimulyani, 37, pengunjung asal Lumajang. Dia datang bersama anak-anaknya yang libur terakhir sekolah.

“Ini anak-anak ingin jalan-jalan katanya. Mumpung belum masuk sekolah, jadi saya sempatkan ke sini,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Giantoro, 33, pengunjung asal Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, ia sengaja mengajak tiga anak dan istrinya untuk melihat hewan yang ada di TWSL.

Selain untuk mengenalkan hewan kepada anak-anaknya yang masih kecil, TWSL dipilih karena lokasinya tidak terlalu jauh.

“Biar belajar langsung di sini jenis-jenis hewan. Selain itu, waktunya kan cuma sehari. Jadi, di sini tempat yang pas bagi kami untuk rekreasi. Tempatnya kan tidak terlalu jauh dari rumah,” bebernya. (rpd/hn) Editor : Jawanto Arifin
#libur tahun baru #tahun baru #pemkot probolinggo #twsl