Puncak Seruni Point yang ada di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, itu berada dalam satu kawasan dengan Gunung Bromo. Saat peresmian Selasa (18/12), pengunjung memadati lokasi tersebut. Wisatawan juga dihibur dengan tarian khas daerah.
“Ini adalah spot yang indah. Spot yang bisa memanjakan mata siapa saja yang berkunjung. Selalu ada yang baru, terbukti dengan hadirnya Puncak Seruni Point,” ujar Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari sesaat setelah meresmikan destinasi wisata tersebut.
Diketahui, Puncak Seruni Point itu dibangun melalui dana APBN melalui Direktorat Bina Penataan Bangunan dan Lingkungan Dirjen Cipta Karya Kemen PUPR. “Dengan destinasi dan tempat wisata baru, harapannya mampu menyajikan alternatif wisata lebih banyak di kawasan Bromo. Ini, tentunya sesuai dengan visi-misi kami, yaitu terus menggali dan menyajikan destinasi wisata yang memanjakan para pengunjung,” tutur perempuan yang akrab disapa Tantri itu.
Selain dilengkapi dengan menara pandang, Puncak Seruni Point juga dilengkapi dengan 256 anak tangga. Banyak yang berujar, jika melewati tangga itu, layaknya melewati anak tangga di tembok cina. Selain itu, juga ada empat pilar Tugu Brawijaya.
Fiska, 19, salah seorang model sekaligus Yuk Kabupaten Probolinggo mengakui jika destinasi wisata baru itu sangat istimewa. Pasalnya, dari Puncak Seruni Poin bisa melihat seluruh kawasan Bromo. Bahkan, juga bisa melihat ombak awan yang biasanya datang di pagi hari.
“Sangat bagus. Pemandangannya lepas dan bisa melihat semuanya. Dari Puncak Seruni Poin ini, Bromo tampak indah. Mulai dari kawah, lautan pasir, dan juga Desa Ngadisari terlihat. Pokoknya indah dan bisa menjadi tujuan wisatawan,” tuturnya. (sid/rf) Editor : Jawanto Arifin