Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Duh, 60 Persen Sampah di Kota Probolinggo Tak Masuk TPA

Jawanto Arifin • Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:00 WIB
Photo
Photo
MAYANGAN - Jumlah sampah yang dihasilkan warga Kota Probolinggo diperkirakan mencapai 170 ton per hari. Namun, dari jumlah itu hanya sekitar 40 persen atau 58 ton sampah per hari yang masuk Tempat Pembungan Akhir (TPA) Bestari Kota Probolinggo.

Karenanya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Probolinggo mengkaji alur pembuangan sampah yang dihasilkan warga. Kajian ini dilakukan untuk memastikan ke mana sampah yang dihasilkan warga itu dibuang.

“Tahun ini kami mengkaji alur pembuangan sampah dari masyarakat. Ini, karena diperkirakan hanya 40 persen sampah yang dihasilkan warga Kota Probolinggo yang masuk ke TPA. Bisa saja dibuang ke sungai, dibakar, atau malah mengalir ke laut. Karena sampah yang dibuang ke sungai pasti muaranya ke laut,” ujar Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Rey Suwigtyo.

Kabid Penanganan dan Penanggulangan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo Sunjoto membenarkan jika ada kajian mengenai alur pembuangan sampah dari masyarakat. “Kajian ini untuk menindaklanjuti hasil survei dari peneliti Swedia mengenai sampah yang dihasilkan warga Kota Probolinggo. Salah satu rekomendasinya, sampah yang tidak diketahui pembuangannya di Kota Probolinggo mencapai kisaran 60-70 persen,” ujarnya.

Untuk mengetahui arah pembuangan sampah yang tidak diketahui pembuangannya itu, dilakukan kajian. Tujuannya, mengetahui alur pembuangan sampah dari masyarakat. “Padahal, sampah di setiap TPS (tempat pembuangan sementara) sudah diangkut. Tapi, ternyata ada sampah yang tidak diketahui dibuang ke mana oleh masyarakat,” ujarnya.

Sunjoto menjelaskan, perhitungan asumsi sampah yang dihasilkan warga berdasarkan rumus jumlah penduduk dikalikan 0,7 kilogram dibagi 100. Nilai 0,7 kilogram itu adalah asumsi sampah yang dihasilkan oleh seorang penduduk.

“Dengan jumlah penduduk Kota Probolinggo 240 ribu, maka sampah yang dihasilkan diperkirakan mencapai 170 ton per hari. Itu, hitungan estimasi sampah yang dihasilkan warga. Sedangkan, sampah yang masuk ke TPA Kota Probolinggo ada 58 ton per hari,” ujarnya.

Sehingga, ada sampah-sampah yang tidak masuk ke TPA. Bila per hari dihasilkan 170 ton sampah, kemudian dikurangi 58 ton yang masuk TPA, artinya masih ada sekitar 112 ton sampah yang tidak masuk TPA. “Bisa jadi dibuang ke sungai atau ke pekarangan. Kalau ke sungi biasanya bermuara ke laut. Bisa juga dari sampah yang tidak terkelola,” ujarnya. (put/rud) Editor : Jawanto Arifin
#tpa kota probolinggo #tpa bestari #pengelolaan sampah #sampah kota probolinggo