Jika sudah rampung, tol yang dimulai dari Kecamatan Grati Pasuruan hingga Kecamatan Leces, Probolinggo, ini juga akan diresmikan. Rencananya, peresmian akan dihadiri orang nomor satu di Republik Indonesia.
PT Waskita Karya, perusahaan BUMN yang mengerjakan pembangunan tol ini terus menggenjot pengerjaan di lokasi proyek seksi 3. Di Kecamatan Leces Probolinggo misalnya. Di sana pemasangan girder jembatan layang tol telah rampung. Kini pengerjaan konstruksi badan jalan dan pagar pembatas semakin mudah dilakukan.
Sebelumnya, di kawasan tersebut sempat terhambat sebulan lamanya lantaran terkendala cuaca ekstrem, hujan deras dan pemindahan tower listrik sutet. Namun, pantauan di lapangan, pintu keluar dan masuk Tol Paspro seksi 3 ini pun telah hampir rampung.
Seperti yang diungkapkan Dwi Pratikto, dirut proyek Transjawa Tol Paspro. Menurutnya, badan jalan utama dan pagar pembatas Tol Paspro kawasan tersebut juga sudah dapat dilalui kendaraan petugas yang melakukan pemeriksaan progres pengerjaan proyek.
“Di sebagian ruas jalan juga telah terpasang pagar pembatas dan tiang lampu penerangan,” terangnya.
Dari 3 seksi pengerjaan proyek Tol Paspro, masih tersisa dua girder jembatan layang yang belum terpasang. Ini, karena adanya kendala pembebasan lahan yang juga baru selesai dilakukan. Sementara seluruh jembatan layang yang terpasang sebanyak 31 unit dari panjang Tol Paspro 31,3 kilometer.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Bromo, dari seluruh pengerjaan konstruksi, saat ini tersisa pengerjaan finishing dan menyelesaikan 2 jembatan yang belum tersambung. Dua jembatan itu merupakan sisa dari total 33 jembatan yang sudah disambungkan oleh pekerja proyek tol.
“Kami tinggal finishing, selain itu tinggal dua jembatan yang belum terhubung. Namun, diupayakan jembatan itu selesai bulan mendatang. Sehingga, Desember sudah rampung,” tambahnya.
Dua jembatan yang tersisa tersebut berada di stationing 22 Muneng dan stationing Wringinanom, Probolinggo. Secara keseluruhan pengerjaan proyek Tol Paspro mencapai 88 persen dan tergetnya Desember selesai,” tandasnya. Harapanya dengan sisa waktu yang ada dapat diselesaikan dengan baik dan lancar.
Sementara itu, PPK Kementerian PUPR Proyek Tol Paspro Agus Minarno menyampaikan, pihaknya telah melakukan penambahan luas tanah yang dibebaskan sebanyak 16 sampai 18 hektare. “Penambahan lahan itu untuk kebutuhan konstruksi mulai dari seksi 1 hingga 3,” pungkasnya. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin