Seperti harga cabai rawit saat ini harganya sekitar Rp 12 ribu per kilogram. Padahal, sebelumnya sekitar Rp 15 ribu per kilogram. Harga bawang putih juga turun. Dari Rp 20 ribu menjadi Rp 18 ribu per kilogram. Begitu juga dengan barang merah yang sangat merosot. Sebelumnya, Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
Tak hanya itu, harga sawi juga ikut turun. Sebelumnya, Rp 25 ribu per ikat, menjadi Rp 15 ribu per ikat. Sedangkan, cabai besar masih sama, hanya Rp 12 ribu per kilogram dan tomat hanya Rp 4 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo Suria Munir, 55, mengatakan, turunnya sejumlah harga bumbu dan sayur itu karena banyaknya stok dan tidak diimbangi daya beli. Katanya, sejak beberapa hari terakhir jumlah bembeli menurun. “Banyak stok, jadi murah. Meski murah, pembeli juga sepi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Sumiati, 60. Menurutnya, meski banyak yang ribut mengenai kenaikan nilai tukar dolar, tidak berdampak pada harga bumbu dan sayur di pasar. “Tidak berdampak sama sekali. Ini saja ada yang turun dan ada yang naik,” ujarnya.
Tak hanya bumbu dan sayur, harga daging ayam juga turun. Bila beberapa waktu lalu mencapai Rp 50 ribu per kilogram, kini hanya Rp 30 ribu per kilogram. “Sudah turun. Tidak ada kenaikan lagi. Sekarang harganya Rp 30 ribu per kilogram. Jadi, sudah tidak tinggi lagi,” ujar salah seorang pedagang daging ayam, Mur, 37.
Terkait menurunnya sejumlah harga ini, Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari Sekertaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo, Sugeng. Namun, ketika dihubungi melalui sambungan selulernya sampai berita ini ditulis yang bersangkutan belum merespons. (sid/rud) Editor : Jawanto Arifin