Unras sendiri dilakukan di Puskesmas Curahtulis, mulai pukul 08.30 sampai 10.00. Bidan Dewi sendiri mulanya bekerja di Puskesmas Curahtulis, akan dimutasi ke Puskesmas Sukapura.
Unras dilakukan sekitar 50 warga desa yang mayoritas ibu-ibu posyandu dan warga sekitar. Mereka menuntut Bidan Dewi tidak dipindah.
“Warga meminta Bidan Dewi tak dimutasi dan tetap berada di Puskesmas Curahtulis. Karena ini kan bidan kesayangan warga,” terang Kapolsek Tongas AKP Tavib.
Permintaan warga pun langsung direspons Forpimka (Forum Pimpinan Kecamatan) setempat. Saat itu juga, Camat Tongas Sugeng Wiyanto, Kades Curahtulis Saiful, dan perwakilan warga, menggelar pertemuan. Hasilnya, disepakati Camat Tongas akan mengirim surat permohonan ke BKD Kabupaten Probolinggo.
Isinya meminta Bidan Dewi tetap bertugas di Puskesmas Curahtulis. Sementara warga pun langsung membubarkan diri setelah mengetahui hasil pertemuan.
Camat Sugeng mengatakan, mutasi pada ASN adalah wajar. Selain itu, SK mutasi Bidan Dewi sudah turun. “Kami selaku camat hanya memfasilitasi. Apalagi SK sudah turun dan untuk PNS (ASN) mutasi hal yang wajar,” bebernya.
Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Probolinggo Abdul Halim mengaku baru mengetahui kabar tersebut. Bahkan, ia terkejut ada aksi seperti itu.
Halim –sapaannya- menegaskan, tidak ada mutasi sama sekali saat ini, hingga bupati terpilih dilantik. “Dalam bulan-bulan ini tidak ada mutasian. Kalau dari BKD tidak ada. Tapi, kami tidak tahu juga dari dinas,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Sodiq sejauh ini belum bisa dikonfirmasi. (rpd/hn/mie) Editor : Jawanto Arifin