Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bayi Kembar Siam Meninggal, Donasi Bantuan Minta Dihentikan

Jawanto Arifin • Sabtu, 1 September 2018 | 16:15 WIB
Photo
Photo
LUMBANG - Pihak kepolisian berencana berkoordinasi pasca meninggalnya bayi kembar siam asal Desa Boto, Kecamatan Lumbang. Setelah meninggal, polisi menilai, donasi untuk bayi tersebut harus dihentikan secara perlahan. Jika tidak, dikhawatirkan ada pihak tak bertanggung jawab yang bisa menyalahgunakan kesempatan.

Kapolsek Lumbang, AKP Harmani mengatakan, pihaknya akan segera mengomunikasikan mengenai donasi yang telah beredar. Hal itu dilakukan seiring meninggalnya bayi kembar, buah hati dari pasutri Doni Kurniawan, 29 dan Desi Setia Ekawati, 28.

“Rencananya, kami akan komunikasikan dengan pihak-pihak terkait. Sebab, bayi yang menerima donasi kan sudah meninggal,” ujarnya.

Harmani menambahkan, komunikasi yang akan dibangun itu arahnya untuk menghentikan donasi yang berjalan. Namun, karena baru meninggal, sejauh ini pihaknya tidak mempermasalahkan. Sebab, bisa digunakan pihak keluarga sebagai biaya pemakaman.

“Tetapi, untuk selanjutnya harap bisa mengerti. Sebab, selain bayi penerima sudah meninggal, juga takut disalahgunakan,” terangnya.

Diketahui, pasutri asal Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, melahirkan bayi kembar siam. Bayi itu diberi nama Asmaul-Husna.

Semenjak ada berita tersebut, tak sedikit orang yang bersimpati. Bahkan, muncul aksi untuk mengajak donasi yang tujuannya membantu Asmaul-Husna.

Namun, Kamis (30/8) sore lalu, Asmaul-Husna meninggal sekitar pukul 16.00 di RSUD Tongas. Gangguan pernapasan dan kekurangan oksigen, menjadi penyebabnya. (sid/fun/mie) Editor : Jawanto Arifin
#rsud tongas #bayi kembar siam #kembar siam dempet perut-dada #asmaul husna