Bayi kembar siam perempuan yang diberi nama Asmaul dan Husna itu meninggal sekitar pukul 16.00 di RSUD Tongas. Sekitar sejam sebelumnya, keduanya dibawa ke RSUD lantaran mengalami gangguan pernapas atau kekurangan oksigen. Lihat videonya disini.
Heri Purnomo, salah seorang petugas kesehatan Desa Boto mengatakan, sebelum bayi yang sempat bertahan hampir lima bulan itu meninggal, bayi itu mengalami kondiai kritis. Itu diakibatkan fungsi jangtung yang tidak normal. Sehingga kemudian mengakibatkan pasokan oksigen kedalam tubuh tidak normal.
"Sebelumnya sempat dibawa ke rumah sakit karena kondisinya kritis. Tetapi, saat dibawa kesana, sekitar satu jam kemudian sudah tidak terselamatkan," ungkap pria yang akrab disapa heri itu.
Heri menjelaskan, kondisi bayi seperti Asmaul dan Husna itu sebenarnya tidak bisa bertahan lama. Bayi itu termasuk yang bertahan lama. "Ini merupakan bayi yang kembar siam yang paling lama," katanya.
Usai dinyatakan meninggal, jenazah bayi kembar siam itu langsung dibawa pulang ke rumah orang tuanya di Boto, Lumbang. (sid/mie)
Editor : Muhammad Fahmi