Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Ritual Warga Tengger Jelang Yadnya Karo

Jawanto Arifin • Selasa, 28 Agustus 2018 | 13:08 WIB
Photo
Photo
SUKAPURA - Tahun ini, warga Tengger bakal merayakan Yadnya Karo pada Selasa (28/8). Sebelum perayaannya digelar, masyarakat Hindu Suku Tengger baik yang ada Probolinggo, Malang, Pasuruan dan juga Lumajang, Minggu (26/8) menggelar ritual Mele’an Kajad Banteng Karo. Kegiatan ini wajib dilakukan sembari memperbincangkan persiapan hari raya Karo.

Bambang Suprapto, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo mengatakan, kegiatan ini wajib dilakukan. Namun, dalam kegiatan ini tidak ada ritual khusus yang dilakukan. Tetapi, ini masuk dalam rangkaian hari raya Karo. “Ya wajib dilakukan. Tetapi gak ada ritualnya secara khusus,” ujarnya.

Bambang sapaannya menjelaskan, kegiatan ini berpusat di rumah kepala desa. Yang hadir dalam kegiatan ini semua elemen masyarakat. Baik itu, masyarakat biasa, tokoh agama, sesepuh, dan juga perangkat desa. Hal itu melambangkan kerukunan yang ada.

“Semuanya campur baur dalam kegiatan ini. Jadi semua masyarakat Tengger pada malam ini berkumpul di rumah kepala desa masing masing. Mereka melakukan ritual Mele’an Karo kalau orang sini (Tengger Sukapura) bilang,” tambahnya.

Masih menurut Bambang, kegiatan itu digelar mulai pukul 18.00. Saat itu, semua warga sudah berangkat untuk hadir.

Warga yang hadir turut mengutarakan pendapatnya dalam persiapan untuk perayaan hari raya Karo. Setelah itu, sekitar pukul 23.00 WIB, baru warga meninggalkan kegiatan itu dan pulang ke rumahnya.

“Tidak sampai pagi. Soalnya paginya besok (hari ini) ada acara rangkaian dari pada hari raya Karo. Jadi jam 11 itu sudah pada pulang,” terangnya.

Senin sendiri, rangkaian hari Raya Karo memasuki nyuceni jimat klontongan. Yaitu jimat yang ditaruh di rumah kepada desa secara maaton. (sid/mie) Editor : Jawanto Arifin
#yadnya karo #tengger #gunung bromo #bromo #sukapura