Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Revitalisasi Pasar Baru Ditunda, Begini Curhat Pedagang

Jawanto Arifin • Selasa, 14 Agustus 2018 | 17:45 WIB
Photo
Photo
Dibatalkannya revitalisasi Pasar Baru tahun ini, membuat pedagang harus lebih lama berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

RIDHOWATI SAPUTRI, Probolinggo

Aktivitas jual beli di Pasar Baru nyaris tak ada perubahan meski pedagang kini berjualan di TPS. Seperti yang terlihat Senin (13/8), pedagang tampak melayani warga yang antre hendak membeli dagangan mereka. Kondisi TPS yang sempit, tak menyurutkan pembeli berdesakan menuju bedak pedagang.

“Kami tidak mau kalau diminta pindah lagi. Meskipun Pasar Baru dibangun 2019 nanti,” kata Suryadi, salah satu pedagang yang bertahan di TPS.

Suryadi memiliki alasan kenapa memilih bertahan di TPS. Menurutnya, untuk pindah ke TPS ini, pedagang mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. “Sampai Rp 2 juta kami menyiapkan bedak ini. Kalau disuruh pindah lagi, kami keluar biaya lagi. Mending tetap saja di TPS sampai pembangunan selesai,” ujarnya. Ia mengaku menambah fasilitas saluran PDAM untuk los sementara yang ditempatinya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Fathonah, penjual makanan. “Kami tidak mau dipindah lagi ke dalam pasar. Apalagi kondisi dalam pasar juga sudah rusak. Lebih baik kami tetap di TPS saja,” katanya. Fathonah juga mengaku sudah keluar duit untuk pindah ke TPS. Duit itu untuk merombak TPS, termasuk membuat alas untuk memasak makanan. Nominal yang dikeluarkannya sama dengan Suryadi.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kondisi TPS memang tidak lagi seperti yang dibangun pemkot. Ada perombakan di sana-sini yang dilakukan pedagang. Bahkan, sejumlah TPS dibangun permanen dengan adanya bangunan dari tembok. Sebagian dinding kayu juga dijebol untuk jendela. Agar aman, jendela tersebut ditutup kawat.

Meski sudah enjoy berjualan di TPS hingga tahun depan, namun masih ada yang dikeluhkan pedagang. Keluhan itu terkait banyaknya pedagang yang berjualan di tepi jalan. Bahkan, tidak sedikit pedagang liar ini yang membangun lapak semi permanen di atas trotoar. Padahal, mereka sejatinya memiliki stan di TPS yang disediakan pemkot. Namun, stan tersebut tidak ditempati.

Stan yang tidak ditempati ini, tidak memiliki sekat seperti halnya yang sudah ditempati pedagang. “Banyak stan yang kosong. Sebenarnya sudah ada pedagangnya. Tapi, tidak ditempati karena katanya sepi. Mereka malah membuat lapak liar di trotoar Jl. Pahlawan,” ujar Mujiati, salah satu pedagang di TPS. Alasannya, karena lebih dekat dengan pembeli.

Karena itu, warga Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, ini meminta Satpol PP untuk menertibkan pedagang yang sengaja membuat bedak di pinggir jalan. “Dibongkar saja bedak pinggir jalan itu. Di sini loh banyak bedak yang tidak ditempati. Kalau mereka masuk, jelas pembeli akan masuk juga,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Efendi, kepala Satpol PP mengungkapkan, anak buahnya sudah ada yang berjaga di sekitar Pasar Baru. “Memang kenyataannya ada pedagang seperti itu jualan di pinggir jalan. Bahkan, mereka kerap kucing-kucingan dengan anggota kami,” ujarnya.

Petugas dari Satpol PP biasanya berjaga sejak pukul 07.00 sampai 09.30. Sementara pedagang yang menempati bedak liar ini mulai berjualan setelah pukul 09.30. “Jadi, Satpol PP selesai jaga, mereka baru datang. Rencananya, ke depan akan dilakukan acak untuk jam jaga personel,” ujarnya.

Agus Effendi mengatakan, soal bedak yang ada di pinggir jalan, juga menjadi tanggung jawab Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP). “Mereka bisa menindaklanjuti. Kami hanya melakukan penindakan saja seperti pedagang yang berjualan di trotoar,” ujarnya.

Sementara itu, Agus Rianto, ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo sepakat jika pedagang yang sudah menempati TPS, tidak lagi berjualan di dalam pasar. “Tidak usah pindah lagi ke dalam pasar. Mereka sudah keluar uang untuk memperbaiki TPS. Apalagi tahun 2018 ini juga akan dilakukan pembongkaran pasar,” ujarnya. (rf/mie) Editor : Jawanto Arifin
#pasar baru #rehab pasar tertunda #revitalisasi pasar #pemkot probolinggo #pasar tradisional