Sukardi, 40, warga Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, adalah salah satu yang mengeluhkan kondisi ini. Setiap kali melintas di Jalan Mastrip saat malam hari, dia mengaku waswas.
Sebab, kondisi jalanan sepi. Jarang rumah warga di sekitar tempat itu, juga jarang kendaraan lewat. Sementara, PJU kurang terang.
“Kalau sampai di dekat SPBU Mastrip masih aman, lokasinya terang. Tapi, kalau di sekitar makam China itu gelap. Tidak ada PJU,” ujarnya.
Sukardi yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo, memang selalu pulang malam. Biasanya, pukul 21.00, dia pulang dari pasar. Untuk mencapai rumahnya di Kedung Supit, dia memang selalu melewati Jalan Mastrip ini.
“Lebih baik ditambah saja PJU di sana. Biar pengendara, terutama yang naik motor tidak waswas,” ujarnya.
Sumadi, kepala Dishub Kota probolinggo membantah bahwa jalan di sekitar makam China Wonoasih minim PJU. Menurutnya, PJU sudah ada. Namun, tertutup rimbunnya daun pepohonan.
“PJU sudah ada di sana. Tapi memang tertutup pohon-pohon. Sehingga, terkesan kurang terang,” ujarnya.
Sumadi pun berjanji akan berkoordinasi dengan DLH Kota Probolinggo untuk memangkas ranting pohon di sepanjang Jalan Mastrip di sekitar makam. Sehingga, tidak menghalangi cahaya PJU.
“Jika ada kerusakan pada lampu, kami siap memperbaiki. Ada anggaran sekitar Rp 600 juta untuk perawatan PJU,” jelasnya.
Sumadi justru menyingung minimnya PJU di Jalan Prof Hamka yang merupakan jalan nasional. “Pemasangan PJU di sini, merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. Sebenarnya Kementerian Perhubungan sudah survei kebutuhan PJU di Jalan Prof. Hamka ini. Tapi, belum ada hasilnya,” jelasnya. (put/hn) Editor : Muhammad Fahmi