Hal itu diungkapkan kepala desa Gunungtugel, Sayim. Menurutnya, Suto yang sudah tua itu memang memiliki gangguan di pendengaran selama beberapa tahun terakhir. Lantaran itu, diduga ia tidak mendengar api yang membakar rumahnya dan rumahnya yang mulai ambruk.
Hal itu pula yang membuat korban Suto terjebak dan tidak bisa menyelamatkan diri. “Kami juga tidak tahu kalau ada orang di dalam rumah itu. Kami baru tahu saat sudah padam. Setelah itu, kami langsung evakuasi korban ke rumah tetangga,” jelas Sayim.
Dari keterangan sejumlah warga, api diduga berasal dari dapur rumah Suto. “Tapi, tidak ada yang tahu pastinya seperti apa,” imbuhnya.
Diketahui, kebakaran hebat terjadi di desa Gunungtugel, Senin (6/8). Kebakaran itu meludeskan 3 rumah dan merenggut 1 korban jiwa. Seekor sapi juga mati gosong.
Sementara itu, Kapolsek Bantaran Iptu Jamhari mengatakan, pihaknya sendiri masih belum bisa menyimpulkan penyebab kebakaran. Ia masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. “Masih belum kami ketahui. Saat ini kami masih melakukan proses penyelidikan,” terangnya.
Pihak kepolisian juga tidak bisa memastikan apakah akan dilakukan otopsi atau tidak. Menurut Jamhari, hal itu tergantung pihak medis yang didatangkan ke lokasi. “Untuk penanganan korban, kami pasrahkan kepada pihak medis. Apakah langsung dikebumikan atau dibawa ke rumah sakit,” tandasnya. (sid/mie) Editor : Jawanto Arifin