Kobaran api menjalar begitu cepat. Rumah semi permanen yang sebagian terbuat dari kayu itu, dengan cepat dilalap si jago merah. Warga yang mengetahui kejadian itu pada Senin siang (6/8) sejatinya langsung bergotong royong memadamkan api dengan alat seadanya.
Namun embusan angin yang begitu kencang serta minimnya pasokan air, menjadi kendala dalam memadamkan api. Kades Gunungtugel Sayim kemudian menghubungi pemadam kebakaran (damkar). Sambil menunggu mobil pemadam datang, pihaknya terus melakukan pemadaman dengan alat seadanya. Tentu saja, hasilnya pun tak bisa maksimal.
Baru 40 menit kemudian, damkar tiba di lokasi kejadian. “Medannya yang sulit, membuat mobil damkar kesulitan untuk masuk,” ujar Sayim.
Meski sulit, mobil damkar Pemkab Probolinggo itu tetap memaksa mendekati lokasi kejadian. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 13.00. Meskipun, ketiga rumah itu sudah ambruk dan hangus terbakar. “Setelah api padam, baru warga berani mendekat. Saat itu kami menemukan Suto sudah gosong di tempat tidurnya,” ungkap Sayim. (sid/mie) Editor : Jawanto Arifin