LUMBANG, Radar Bromo–Agenda wisata rombongan Rumah Sakit Bina Sehat Jember (RSBS) ke Bromo berujung tragedi. Itu setelah bus pariwisata yang mereka tumpangi alami kecelakaan maut, Minggu (14/9).
Bus pariwisata IDN's 88 dari travel Jagad Wisata yang ditumpangi rombongan mengalami kecelakaan tunggal saat turun dari kawasan Gunung Bromo.
Bus menabrak pembatas dan menyebabkan delapan penumpangnya meninggal dunia.
Kecelakaan tunggal ini terjadi di Jalan Raya Bromo, Blok Lorokan, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, pukul 12.00.
Saat itu, bus nopol P 7221 UG itu turun dari kawasan wisata Gunung Bromo.
Bus disopiri oleh Albahri, 59, warga Gladak Pakem, Kecamatan Sumbersari, Jember.
Ada 55 orang di dalam bus, termasuk sopir. Informasi yang beredar, mereka rombongan dari Rumah Sakit Bina Sehat, Jember.
Suryadi, 43, warga di sekitar TKP mengaku mendengar suara seperti ledakan keras dari arah jalan di depan rumahnya. Ia lantas keluar rumah untuk mengecek, ternyata ada kecelakaan bus.
“Bus itu kondisinya sudah menabrak tembok pembatas. Saya dan warga sekitar berusaha membantu korban yang ada. Saya sempat bertanya dari mana, katanya mereka rombongan wisatawan dari Jember,” ungkapnya.
Saat membantu para korban sekitar pukul 12.00, menurut Suryadi, sudah ada lima korban meninggal. Seluruhnya merupakan penumpang bus.
“Tidak ada korban di luar itu. Karena memang bus tidak menabrak kendaraan lain. Hanya ada kurir paket yang tertabrak. Motornya saja yang ada di bawah bumper bus, tapi orangnya selamat,” terang warga Desa Boto tersebut.
Hal serupa disampaikan Rina, 56, juga warga setempat. Rina mengaku hendak salat Duhur sekitar pukul 12.00. Tiba-tiba, ada suara dentuman keras dari depan rumahnya. Sontak ia pun keluar.
"Saat saya keluar, bus sudah kecelakaan. Beberapa korban ada yang nyangkut di bagian depan bus, ada yang terkapar di halaman rumah saya, ada juga yang di tengah jalan. Kaget saya, sampai jerit-jerit saya," kisahnya.
Teriakan histeris juga terdengar dari warga sekitar. Mereka pun langsung menghampiri bus dan membantu menyelamatkan para korban.
Para pengguna jalan yang melintas sesekali berhenti untuk melihat kejadian itu. Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, hingga pukul 15.00, olah TKP dan proses evakuasi masih berlangsung.
Berdasarkan keterangan beberapa korban yang sempat ditolong, menurut Rina, diduga rem bus blong saat pulang dari berwisata ke Gunung Bromo. Bahkan, diduga rem sudah blong sebelum sampai Boto.
"Katanya dari atas itu sudah blong, mau berhenti nggak bisa. Jadi dari atas itu sudah berdoa semua di dalam bus. Sampai akhirnya nabrak di sini," ungkapnya.
Sampai di Boto, sopir bus banting setir ke kanan hingga menabrak pembatas jalan. Begitu tabrakan terjadi, bus terhenti dengan posisi miring di atas saluran drainase. Bagian depan bus tampak ringsek.
Bus juga menabrak motor seorang kurir paket. Menurut informasi di lapangan, kurir paket tersebut berasal dari Dusun Kunci, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.
Saat itu, motor Honda Beat oranye nopol N 2856 OE yang dikendarainya sedang parkir. Motor lantas disasak bus. Namun, kurir tersebut dikabarkan selamat.
Kecelakaan itu membuat lima orang meninggal di lokasi kejadian. Sekitar pukul 14.00, jumlah korban meninggal jadi enam orang. Lalu pukul 15.00, korban meninggal bertambah jadi delapan orang.
Total ada enam korban meninggal di lokasi kejadian. Seluruh korban meninggal dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.
Sementara dua korban meninggal di rumah sakit. Satu korban meninggal di IGD RSUD dr. Mohamad Saleh dan satu lagi meninggal di IGD RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Sedangkan korban selamat dievakuasi ke puskesmas terdekat. Seperti Puskesmas Lumbang dan Puskesmas Sukapura, serta RSUD dr. Mohamad Saleh.
Sampai berita ini ditulis, ada 15 korban yang masih dirawat di RSUD dr. Mohamad Saleh. Jumlah itu belum termasuk yang dirawat di Puskesmas Lumbang dan Sukapura.
Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Safiq Jundhira mengatakan, sebelum kecelakaan bus turun dari arah Bromo hendak pulang ke Jember. Saat ini pihaknya masih melakukan olah TKP.
“Terkait penyebab kecelakaannya, masih kami dalami, nantinya akan kami gali keterangan dari driver juga. Ini masih kami lakukan penyelidikan dan olah TKP. Nanti dari Dirlantas Polda Jatim juga akan melakukan TAA (Traffic Accident Analysis, Red),” terangnya.
Selain mengevakuasi para korban, pihak kepolisian juga berupaya mengevakuasi bodi bus yang mengalami kecelakaan. Bodi bus ringsek di bagian depan.
“Ini kami evakuasi dulu agar tidak menghambat arus lalu lintas di lokasi kejadian. Untuk para korban jumlah dan kondisinya masih belum dapat kami simpulkan. Saat ini mereka masih dirawat di Puskesmas Sukapura, Puskesmas Lumbang, dan RSUD dr. Mohamad Saleh,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi