Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Harga Bawang Merah di Probolinggo Makin Murah, Ternyata Ini Penyebabnya

Inayah Maharani • Senin, 18 Agustus 2025 | 14:00 WIB
HIJAU: Dua orang petani menyiangi tanaman bawangnya di lahan pertanian di Desa Mranggonlawang, Kecamatan Dringu. Kini, stok bawang melimpah dan harga menurun.
HIJAU: Dua orang petani menyiangi tanaman bawangnya di lahan pertanian di Desa Mranggonlawang, Kecamatan Dringu. Kini, stok bawang melimpah dan harga menurun.

DRINGU, Radar Bromo - Harga bawang merah di Pasar Bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo, kembali melorot.

Meski sempat naik beberapa waktu lalu, kini harganya makin murah. Turunnya harga ini disebabkan stok yang melimpah, sedangkan permintaan turun.

Jumat (15/8), harga paling murah Rp 13.000 sampai Rp 15.000 per kilogram. Yakni, bawang merah kecil. Sedangkan, yang paling mahal bawang merah super dengan harga Rp 40.000 per kilogram. Harganya turun dibandingkan sejak awal Agustus lalu.

Koordinator Pasar Bawang Dringu Sugiyono mengatakan, penurunan harga bawang ini sejalan dengan meningkatnya stok.

Ditambah panen raya yang terjadi di luar kota, sehingga permintaan menurun. Karenanya harga bawang mulai turun.

“Harga mulai turun sejak tanggal 12 (Agustus) kemarin. Karena pembelinya menurun,” katanya.

Meski setiap hari bawang yang masuk jumlahnya juga naik turun, namun saat ini stoknya di Pasar Dringu mulai naik. Ada 70 ton. Jumat (1/8), stoknya hanya sekitar 50 ton.

“Stoknya mulai naik. Saat ini ada 70 ton,” ujarnya, Minggu (17/8).

Salah seorang petani bawang merah asal Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Nur Halimatus mengatakan, meski harga bawang merah turun, masih aman bagi petani. Dalam artian petani tidak sampai rugi.

“Masih aman dengan harga segini. Turunnya tidak anjlok, jadi petani masih bisa untung,” ujarnya. (ran/rud)

Editor : Ronald Fernando
#dringu #bawang merah #probolinggo