DRINGU, Radar Bromo – Diduga karena salah paham, dua perguruan silat di Kabupaten Probolinggo bentrok, Sabtu (26/10) malam. Karena bentrok itu, sedikitnya enam anggota perguruan luka-luka.
Bentrok terjadi antara Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW atau Winongo) Cabang Kabupaten Probolinggo dengan Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Probolinggo.
Puluhan anggota dua perguruan silat ini bentrok sekitar pukul 22.00 di perbatasan Kota dan Kabupaten Probolinggo. Yaitu di Desa Pabean, Kecamatan Dringu.
Sedikitnya enam orang luka-luka. Dua korban dari Winongo dan empat korban lainnya dari Pagar Nusa.
Ketua PSHW Cabang Kabupaten Probolinggo Edwin Wijayanto menjelaskan, bentrok terjadi karena salah paham saja.
Edwin menjelaskan, saat itu pendapa Winongo didatangi sekumpulan remaja dari Tongas. Mereka mengaku dari perguruan silar Pagar Nusa.
Mereka datang untuk mengklarifikasi sebuah masalah. Namun, belum sempat Edwin mengetahui masalahnya, tiba-tiba saja bentrok terjadi antara anggota Pagar Nusa dan Winongo.
Namun, Edwin menegaskan masalah itu sudah selesai. Pihak Winongo dan PSNU sudah bertemu dengan dimediasi Polsek Dringu. Kedua pihak pun saling memaafkan dan berdamai.
“Ini karena salah paham saja. Mengingat mereka masih anak di bawah umur yang labil dan butuh bimbingan orang dewasa. Tapi sudah clear. Sudah selesai,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Bromo.
Baca Juga: Santri Pesantren Darut Tauhid, Bangil, Harumkan Nama Pesantren melalui Pencak Silat
Sementara itu, Wakil Ketua PSNU Kabupaten Probolinggo Umar Alfaruq memastikan, mereka yang mengaku anggota Pagar Nusa sebetulnya adalah oknum. Bukan bagian dari PSNU Kabupaten Probolinggo.
Bahkan, menurut Umar, mereka yang bentrok dengan Winongo adalah arus bawah yang tidak mengikuti struktur Pagar Nusa Kabupaten Probolinggo.
“Saya pastikan itu oknum. Kami tidak kenal mereka dan mereka juga tidak kenal saya. Memang ada beberapa arus bawah yang tidak mengikuti struktur PSNU. Dan mereka ini susah kami kontrol. Sebab, secara struktural bukan bagian dari kami,” tegas Umar.
Karena itulah, akhirnya Winongo dan PSNU sepakat berdamai. Dan menjadikan masalah itu sebagai pelajaran agar ke depannya tidak terjadi lagi.
Kapolsek Dringu Iptu Anshori saat dikonfirmasi membenarkan bentrok tersebut. Pihaknya mencatat, hanya satu korban luka-luka. Yaitu , Rai, 17, warga Kanigaran, Kota Probolinggo.
Sementara itu, korban lain hanya luka ringan dan langsung pulang. Semua anggota yang terlibat sempat diamankan di Mapolsek Dringu.
Namun, mereka semua langsung pulang dengan dijemput orang tua masing-masing.
“Kejadian ini diselesaikan dengan kekeluargaan dan tidak ada penahanan. Semua diserahkan pada masing-masing wali,” terang Kapolsek Dringu.
Sebab, menurutnya, bentrok ini terjadi karena salah paham belaka. Dua pihak pun sudah bertemu dan sepakat diselesaikan dengan cara kekeluargaan.’
“Sudah aman, kedua belah pihak sudah ketemu. Kami tidak lakukan penahanan, hanya teguran dan semua yang terlibat diserahkan pada orang tua masing-masing,” ujarnya. (mg/hn)
Editor : Muhammad Fahmi