PROBOLINGGO, Radar Bromo- Program Sekolah Penggerak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) memainkan peran penting dalam mendorong transformasi pendidikan di Indonesia.
Sekolah dipacu meningkatkan mutu pelayanan dan kepemimpinan, serta menerapkan nilai-nilai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Program ini juga bertujuan membentuk ekosistem pendidikan yang adaptif, kreatif, dan kolaboratif.
Salah satu sekolah yang terpilih menjadi bagian dari program dokumenter sekolah penggerak adalah SMPN 7 Probolinggo.
“Video ini tidak dilombakan, namun kontributornya telah kami pilih dari beberapa sekolah yang memenuhi kriteria,” ujar salah satu petugas dari Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek RI, Fitriyah, 47.
Selain SMPN 7 Probolinggo, Fitriyah mengatakan, dalam video dokumenter yang berdurasi kurang lebih 15 menit ini nantinya akan dikompilasi dengan dua jenjang sekolah lainnya.
Yakni, PAUD dari Buleleng, Bali dan SLB dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. “Tema yang kami angkat adalah transformasi layanan satuan pendidikan,” katanya.
Kepala SMPN 7 Probolinggo Sudarmanto mengatakan, Program Pelaksana Sekolah Penggerak sudah disosialisasikan dan dipantau sejak 2020.
Sebelum menjadi salah satu kontributor video dokumenter ini, ada beberapa tahap yang harus dilalui.
“Mulai dari sesi administrasi. Saat itu sudah lolos, dilanjutkan proses wawancara. Alhamdulillah sekolah kami bisa menjadi salah satu yang lolos,” ujarnya.
Sebagai bagian dari dokumentasi program ini, SMPN 7 mengusung kegiatan Gemar Makan Ikan dan Gemar Makan Sayur (Gemari Gemayur).
Tujuannya untuk menunjukkan nilai-nilai terkait dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Dalam kegiatan ini para siswa bekerja sama untuk menyajikan ikan lele panggang. Menggambarkan nilai beriman, berkebhinekaan global, mampu bergotong royong, mandiri, berpikiran kritis, dan kreatif. (gus/rud)
Editor : Ronald Fernando