Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

PAD RPH Kota Probolinggo Terdongkrak Retribusi Unggas

Inneke Agustin • 2024-04-28 21:05:00

 

POTONG: Aktivitas pemotongan ayam di Rumah Pemotongan Unggas, di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.
POTONG: Aktivitas pemotongan ayam di Rumah Pemotongan Unggas, di Kelurahan Sumber Taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.
 

WONOASIH, Radar Bromo - Capaian pendapatan asli daerah (PAD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Probolinggo, selama tiga bulan terakhir cukup baik. Selama Januari-Maret telah mencapai 33,1 persen dari target.

Mendapati itu, UPT RPH Kota Probolinggo, optimistis target tahun ini yang mencapai Rp 50.590.000 bisa dicapai. Terlebih dengan adanya tambahan retribusi dari pemotongan unggas.

“Target tersebut naik 11 persen dari target tahun lalu sebesar Rp 45.360.000,” ujar Kepala UPT RPH Kota Probolinggo, Mochamad Solehudin Efendy, Kamis (25/4).

Efendy mengatakan, naiknya target ini juga mempertimbangkan adanya penerapan perda baru. Perda Kota Probolinggo Nomor 4/2023 tentang Pendapatan dan Retribusi Daerah. Dalam perda ini diatur naiknya retribusi pemotongan hewan.

Pemotongan sapi, kerbau, dan babi awalnya hanya Rp 21.000, naik menjadi Rp 25.000 per ekor. Lalu, kambing dari Rp 5.000 menjadi Rp 10.000 per ekor.

“Capaian kami juga terdongkrak karena unggas yang awalnya tidak ada retribusi, sekarang ada. Sebesar Rp 200 per ekor,” kata Efendy.

Meski demikian, saat momen Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, harga ayam yang melambung membuat angkat pemotongan ayam cenderung turun. Akhirnya, banyak masyarakat lebih memilih mengkonsumsi daging sapi karena harganya lebih stabil. “Sehingga, pemotongannya (sapi) cenderung meningkat,” katanya.

Selama tiga bulan ini, RPH Kota Probolinggo telah memotong 420 ekor sapi, 84 ekor babi, seekor kambing, dan 20.831 ekor ayam.

“Hingga akhir Maret sudah mendapatkan retribusi Rp 16.776.800 atau 33,1 persen dari target yang ditetapkan,” tuturnya.

Melihat perolehan ini, ia mengaku optimistis bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Meski jumlah pemotongan per bulan fluktuatif.

“Namun, bila secara logika dalam triwulan pertama bisa mencapai 33,1 persen, berarti dalam enam bulan ke depan bisa mencapai 99,3 persen,” katanya. (gus/rud)

Editor : Abdul Wahid
#babi #unggas #pad #rph