Bencana bermula saat hujan deras sejak sekitar pukul 17.15. Intensitas curah hujan menurun. Tak lama kemudian angin kencang menyapu sebagian wilayah Kecamatan Paiton dan Kecamatan Kraksaan. Kencangnya angin mengakibatkan pohon tumbang. Baik di ruas Jalur Pantura maupun jalan di pelosok desa.
“Cuaca ekstrem terjadi di Kecamatan Paiton dan Kraksaan. Pohon banyak yang tumbang di beberapa tempat,” ujar Staf Pusdalops PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Silvia Verdiana, Sabtu (24/12).
Dari hasil asesmen dan identifikasi BPBD, ada 14 pohon yang tumbang. Tersebar di tujuh desa. Terbanyak di Kecamatan Paiton, ada 13 pohon. Di antaranya, 2 pohon Desa Jabung Candi, 2 pohon di Desa Karanganyar, 4 pohon di Desa Paiton, 1 pohon di Desa Petunjungan, 2 pohon di Desa Sidodadi, 2 pohon di Desa Sumberanyar. Serta, 1 pohon di Desa Patokan 1, Kecamatan Kraksaan.
“Wilayah yang paling parah terkena dampaknya Kecamatan Paiton. Di Kecamatan Kraksaan, hanya ada satu titik. Satu lagi pohon tumbang di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura,” bebernya.
Silvia mengatakan, cuaca ekstrem juga mengakibatkan atap rumah dan baliho di Desa/Kecamatan Paiton, rusak. Serta, pagar tembok tambak udang sepanjang 100 meter dan satu perahu milik nelayan di Desa Pondokkelor, Kecamatan Paiton, juga rusak. terdampak gelombang ekstrem dan abrasi.
Sesuai pers release BMKG, kata Silvia, dalam sepekan ke depan terdapat potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati.
Selalu memeriksa kondisi sekitar rumah. Seperti pepohonan, papan reklame, dan drainase. Serta, memantau perkembangan informasi terkait peringatan dini cuaca. “Dari laporan yang kami himpun, tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materiil,” jelasnya. (ar/rud) Editor : Jawanto Arifin