Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Bapak-Anak asal Probolinggo yang Dibekuk Densus Punya Peran Ini

Jawanto Arifin • Senin, 6 Agustus 2018 | 16:44 WIB
Photo
Photo
PROBOLINGGO - Daftar warga Probolinggo yang ditangkap lantaran kasus terorisme, semakin bertambah. Setelah 11 orang yang dibekuk kurun waktu Mei-Juni silam, Densus 88 Anti Teror (AT) kembali membekuk dua terduga lagi. Keduanya diketahui bernama Bambang Tompel, dan Eka Puput.

Bambang Tompel dan Eka Puput diketahui memiliki hubungan bapak dan anak. Selama ini keduanya masih tercatat di kartu identitas penduduk (KTP) tinggal di Sumber Taman Indah (STI). Peran keduanya bahkan sangat vital terhadap rencana aksi terorisme di Probolinggo.

Adanya penangkapan bapak dan anak asal STI ini dibenarkan Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Minggu (5/8) siang. Menurutnya, keduanya sama sams ditangkap pada Rabu (1/8) lalu.

Bambang ditangkap di dekat stasiun pasar Senen, Jakarta, sekitar pukul 15.30. Sedang anaknya Eka Puput di tangkap di sekitar kampusnya, yakni di Politeknik Banyuwangi, sekitar pukul 18.00 oleh tim Densus 88 AT.

Keduanya ditangkap hasil pengembangan penyidikan. Keduanya ternyata ikut terlibat dalam aksi terorisme yang akan dilakukan di Probolinggo seperti sebelas tersangka lainnya.

“Mereka itu masih satu jaringan, makanya ini masih terus dilakukan pengembangan,” terangnya.

Disinggung masalah keterlibatan serta peran keduanya, Bambang merupakan pemasok dana. Sedangkan untuk anaknya salah satu relawan yang akan melakukan bom bunuh diri, atau yang mereka sebut sebagai calon pengantin.

“Kalau Eka Puput ini saya belum tahu anak keberapa. Apakah sudah beristri dan mempunyai anak, juga belum tahu. Yang Jelas keduanya tinggal di STI, namun beda blok. Bambang ada di STI, Gang 8 nomor 12 Jalan Sunan Giri dan anaknya ada di STI Blok O nomor 18,” terangnya.

Peran Bambang sebagai pemasok dana, lanjut Alfian, juga terungkap setelah dia diperiksa intensif. Dari hasil pemeriksaan, Bambang hendak memimjam dana ke bank sebanyak Rp 200 juta. Diduga dana tersebut akan diperguankan untuk mendanai tindak terorisme yang akan digunakan.

“Bambang ini sempat mau pinjam uang ke salah satu bank yang ada di Probolinggo,” tambahnya.

Terlepas dari itu Kaporles Probolinggo Kota mengungkapkan, bahwa sebenarnya tindak terorisme terus dalam proses pengawasan dan penyelidikan. Sehingga untuk masalah penutupan jalan, masih dilakukan hingga saat ini.

Seperti diberitakan sebelumnya. Sudah ada sebelas orang yang telah diamankan polisi. Mereka diantaranya FA (Fatwa), IR (Irfan), dan Hafits (HA). Mereka diamankan pada Rabu (16/5) malam. Adapun perannya untuk FA diketahui sebagai Amir atau ketua dari kelompok mereka. Sedangkan Irfan dan Harits sebagai ekskutor atau yang mereka sebut amalia/pengantin yang akan meledakan diri.

Setelah dilakukan pengembang, pada jumat (18/5) ditangkaplah AP (Agus Purnomo). Nama terakhir yang disebut berperan sebagai eksekutor atau pengantin.

Selanjutnya pada Senin (21/5) malam densus amankan ALH (Arif Lukman hakim). Diduga ALH sebagai pembuat bom lantran dia memiliki kemampuan tersebut. Selasa (29/5) kembali amankan KM (Kamal) dan KS (Karibun) serta BH (Buhori). Pada Rabu (30/5) giliran WD Wisnu Dwi Putranto. Terakhir Kamis (31/5) giliran mantan napi terorisme IR (Isnaini Romadoni) yang dibekuk. (rpd/fun) Editor : Jawanto Arifin
#teroris probolinggo #terduga teroris dibekuk