Mantan Ketua KONI Masuk Bursa Ketua DPC Demokrat Kabupaten Probolinggo

Agus Faiz Musleh • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:38 WIB
MASUK BURSA: Zainul Hasan saat acara perayaan HUT Kemerdekaan RI dan gelaran seremonial DPC Demokrat Kabupaten Probolinggo, Jumat (28/8). (Istimewa-Diolah AI)
MASUK BURSA: Zainul Hasan saat acara perayaan HUT Kemerdekaan RI dan gelaran seremonial DPC Demokrat Kabupaten Probolinggo, Jumat (28/8). (Istimewa-Diolah AI)

KRAKSAAN, Radar Bromo -Bursa calon Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Probolinggo mulai menghangat menjelang musyawarah cabang (muscab).

Nama mantan Ketua KONI Kabupaten Probolinggo periode 2020-2026, Zainul Hasan, disebut masuk dalam bursa calon pimpinan partai tersebut.

Zainul mengakui dirinya tengah menyiapkan diri untuk masuk dalam kontestasi tersebut. Ia menyebut Demokrat menjadi salah satu partai politik besar di Kabupaten Probolinggo yang saat ini belum memiliki ketua definitif.

"Insyaallah, insyaallah," kata Zainul ketika ditanya mengenai peluang dirinya maju sebagai calon Ketua DPC Demokrat Kabupaten Probolinggo.

Menurut dia, ketertarikannya masuk ke Demokrat tidak semata didorong keinginan menduduki jabatan struktural partai.

Ia melihat posisi Demokrat yang masih dipimpin pelaksana tugas (Plt) sebagai ruang untuk membangun kembali kekuatan organisasi dan basis politik partai di daerah.

"Saya ingin mencoba di partai-partai politik. Salah satu partai politik besar yang kosong, tidak ada ketuanya kan Demokrat. Hanya Plt hari ini," ujarnya.

DPC Demokrat Kabupaten Probolinggo saat ini memang belum memiliki ketua definitif. Posisi tersebut diisi Plt sejak Pemilu 2024. Di tingkat Jawa Timur, kepemimpinan Demokrat juga tengah memasuki tahapan musyawarah daerah (musda).

Baca Juga: Jelang Musorkab, Petahana Mundur dari Bursa Ketua KONI Kabupaten Probolinggo

Sekretaris DPC Demokrat Kabupaten Probolinggo Lutfi Isomudin mengatakan, proses pemilihan ketua DPC baru dilakukan setelah rangkaian musda Demokrat Jawa Timur.

Muscab menjadi forum untuk menentukan kepemimpinan definitif di tingkat kabupaten.

"Calon itu diusulkan dari DPC. Sesuai AD/ART, minimal ada tiga calon. Namun kalau hanya satu calon, mekanismenya menyesuaikan," kata Lutfi.

Lutfi menilai figur Zainul memiliki modal politik karena sebelumnya dikenal sebagai ketua KONI.

Pengalaman tersebut dinilai dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam mencari figur yang mampu memperluas daya jangkau Demokrat di tengah persaingan politik lokal.

Namun tantangan bagi calon ketua baru bukan sekadar memenangkan kontestasi internal. Demokrat harus membuktikan bahwa perubahan kepemimpinan dapat diikuti dengan penguatan mesin partai dan peningkatan perolehan kursi legislatif. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
Zainul Hasan demokrat kabupaten probolinggo muscab koni