Refleksi HUT ke-27 Jawa Pos Radar Bromo: Menjaga Demokrasi, Menjadi Jembatan Rakyat dan Pemimpin

Jamaludin • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 13:30 WIB
Edisi Pilkada 2024 Jawa Pos Radar Bromo.
Edisi Pilkada 2024 Jawa Pos Radar Bromo.

 

Demokrasi tidak hanya ditentukan di bilik suara, tetapi juga oleh kualitas informasi yang diterima masyarakat. Selama 27 tahun, Jawa Pos Radar Bromo dinilai berkontribusi membangun pendidikan politik melalui pemberitaan yang berimbang.

Anggota DPRD Jawa Timur HM Hasan Irsyad menjadi salah satu tokoh yang merasakan peran tersebut. Politisi yang mengawali karier sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo pada 1977 itu menilai, sejak awal Radar Bromo menyajikan informasi politik dengan bahasa yang dekat dan mudah dipahami. Tidak hanya memberitakan perebutan kekuasaan, tetapi juga pelayanan publik, pembangunan, pengelolaan anggaran, hingga kepentingan masyarakat.

"Inilah pendidikan politik yang sesungguhnya, yakni membuat masyarakat memahami haknya, mengenal proses pemerintahan, serta semakin kritis dalam menilai kebijakan publik," imbuh politisi kelahiran 7 Juli 1949 tersebut.

Menurut Hasan, melalui pemberitaan politik yang konsisten, Radar Bromo menjadi salah satu penyangga demokrasi lokal di Probolinggo dan Pasuruan. Sekaligus menjembatani komunikasi antara masyarakat dan para pemimpin daerah.

"Melalui pemberitaannya, berbagai aspirasi warga, persoalan pelayanan publik, pembangunan desa, pendidikan, ekonomi, hingga masalah sosial mendapat ruang untuk disampaikan dan diketahui oleh para pembuat kebijakan," terang politisi Partai Golkar tersebut.

Sebaliknya, para pemimpin juga memiliki ruang menjelaskan kebijakan, sekaligus mempertanggungjawabkan keputusan kepada publik. Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan komunikasi dua arah.

"Bukan hanya pemimpin yang berbicara, tetapi juga pemimpin yang bersedia mendengarkan masyarakat," pungkas warga Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo itu.

Pendidikan Politik

Pandangan serupa disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Muhammad Zubaidi. Ia mengenal Radar Bromo sejak menjadi anggota KPU Kabupaten Probolinggo pada 2003 dan selama tiga periode bertugas terus bersinggungan dengan pendidikan politik melalui media tersebut.

Menurutnya, salah satu kontribusi terbesar Radar Bromo adalah menghadirkan pendidikan politik melalui pemberitaan yang berimbang. Sehingga masyarakat lebih memahami proses politik.

"Kontribusi Radar Bromo adalah menyajikan berita-berita yang sekaligus meningkatkan pendidikan politik masyarakat. Kebijakan-kebijakan yang diambil partai politik, maupun DPR sebagai kepanjangan tangan partai politik juga dikritisi. Itu menjadi bagian dari pendidikan politik. Masyarakat yang disuguhi berita-berita tentang kegiatan politik juga mendapatkan edukasi,” ujarnya.

Ia menilai Radar Bromo menjalankan fungsi media massa dengan menjaga kualitas demokrasi. Bukan sekadar menjalankan bisnis media.

Baca Juga: Refleksi 27 Tahun Jawa Pos Radar Bromo, dari Koran Menjadi Institusi Kepercayaan  

"Saya melihat posisi Radar Bromo sebagai media mainstream mampu menjaga kualitas demokrasi di daerah. Artinya, tidak mengembangkan bisnis semata. Namun, juga menyampaikan proses demokrasi secara berimbang. Itu merupakan bagian dari menjaga kualitas demokrasi," tegasnya.

Bagi Zubaidi, Radar Bromo juga berkontribusi meningkatkan kualitas pelaksanaan pemilu melalui pemberitaan yang mendidik. Sehingga mendorong partisipasi masyarakat dalam pemilu yang lebih berkualitas.

"Partisipasi Radar Bromo dalam meningkatkan kualitas pemilu di daerah sangat besar. Menyampaikan pesan-pesan demokrasi, mengangkat isu-isu aktual dalam pemilu,” lanjutnya.

Di tengah derasnya informasi media sosial, Radar Bromo juga dinilai menjadi media rujukan untuk memverifikasi kebenaran informasi politik.

"Radar Bromo berhasil menjadi media yang memiliki posisi penting sebagai pembanding informasi di tengah derasnya arus media sosial. Ketika media sosial menampilkan data-data yang asal comot dan membingungkan, biasanya nyari di Radar Bromo. Kalau di Radar Bromo terbit, berarti itu valid," lanjutnya.

Konsisten Sajikan Berita Berimbang

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori. Sebelum menjadi wakil bupati, ia tujuh periode menjadi anggota DPRD Kabupaten Pasuruan. Sehingga mengikuti perjalanan Radar Bromo sejak era media cetak.

"Sejak terjun di dunia politik, saya selalu dekat dengan wartawan. Termasuk dengan Jawa Pos Radar Bromo, sejak masih di era cetak sampai merambah ke online," beber Gus Shobih.

Menurutnya, Radar Bromo konsisten menyajikan pemberitaan yang berimbang melalui prinsip check and balanced antara legislatif dan eksekutif. Sehingga masyarakat memperoleh informasi yang utuh.

"Sisi yang objektif inilah yang diperlukan masyarakat agar mendapat keterangan informasi utuh," ujarnya.

Selama mengawal berbagai pemilu dan pilkada, Radar Bromo juga dinilai tetap berada di posisi tengah. "Tak condong ke sana maupun ke situ. Edukasi-edukasi politik inilah yang perlu dijelaskan ke publik," katanya.

Gus Shobih berharap Radar Bromo terus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah.

"Sajiannya pun selalu diterima mudah oleh masyarakat. Saat kini sudah merambah ke digital, kami juga banyak terbantu terutama dengan program-program pemerintah," bebernya.

Ia menilai sinergi itu penting karena pemerintah memiliki keterbatasan menjangkau seluruh masyarakat.

"Karena saya dengan Pak Bupati dan jajaran Pemkab Pasuruan, tentu terbatas ruang dan waktu. Tidak mungkin kami berkeliling terus, dan di sinilah peran media," tutup Gus Shobih. (uno/mu/fun/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
Politik rakyat jawa pos demokrasi radar bromo