BANGIL, Radar Bromo —Wacana perubahan daerah pemilihan (dapil) yang digulirkan KPU Kabupaten Pasuruan dibaca serius sejumlah partai politik.
Mereka mulai menghitung kemungkinan perubahan peta politik jika jumlah dapil benar-benar ditambah pada Pemilu 2029 mendatang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan H. Arifin menilai, perubahan dapil bukan sekadar persoalan teknis pemilu. Melainkan menyangkut geografi suara partai di lapangan.
“Kalau wilayah basis PDIP berdiri sendiri, tentu peluang kursi bisa bertambah,” ujarnya.
Menurut dia, perubahan dapil juga berpotensi mengurangi benturan antarcaleg internal partai. Sebab, wilayah kerja politik akan lebih sempit dan fokus.
“Wilayah kerja caleg bisa lebih fokus dan konflik antarcaleg dapat ditekan. Tapi konsekuensinya kami juga harus menyiapkan lebih banyak figur kuat,” katanya.
Arifin menyebut, PDIP sudah mulai memetakan potensi dapil baru. Termasuk menyiapkan “petarung baru” untuk wilayah-wilayah yang selama ini belum maksimal digarap.
Baca Juga: Peta Politik di Kabupaten Pasuruan Bisa Berubah, KPU Lempar Wacana Ubah Dapil
“Dapil lain nanti juga kami siapkan figur-figur potensial dan siaga penuh bergerak di agenda kegiatan rakyat,” imbuhnya.
Arifin bahkan optimistis PDIP bisa menambah dua kursi pada pemilu mendatang. “Dengan kondisi anggaran minim sekalipun, kami yakin bisa menambah dua kursi,” tandasnya.
Respons serupa juga datang dari PKB. Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menilai, penataan dapil memang perlu dikaji ulang.
Terutama karena perkembangan wilayah dan kepadatan konstituen di sejumlah dapil.
“Penataan dapil butuh kajian sejauh mana efektivitas penambahan dapil. Beberapa kali komunikasi internal memang enam dapil ini perlu evaluasi,” ujarnya.
Baca Juga: Soal Wacana Perubahan Dapil di Kabupaten Pasuruan, DPRD Minta KPU Tak Bermanuver
Menurut Samsul, beberapa dapil saat ini sudah terlalu luas dan padat. Sehingga menyulitkan anggota dewan menjangkau konstituen secara merata.
Ia mencontohkan Dapil 1 dan Dapil 5 yang dinilai layak dimekarkan. Begitu juga Dapil 4 yang mencakup wilayah cukup luas.
“Dapil 5 dan Dapil 1 melihat perkembangan wilayah sudah layak ada pemekaran. Tinggal dihitung asas manfaatnya supaya wakil rakyat lebih dekat dengan konstituen. Dapil 4 juga lebih pas kalau dipecah,” katanya.
Samsul menyebut, PKB selama ini menerapkan pola pembagian rayon kerja antaranggota dewan. Sehingga pelayanan politik tetap merata meski cakupan dapil cukup besar.
“Di PKB ada rayon ring. Misalnya di Dapil 4 ada Mas Daniel dan Gus Son supaya tidak hanya fokus di kecamatan asal. Gus Son bergerak di Gondangwetan dan Pasrepan, Mas Daniel di Kejayan, Winongan, dan Lumbang,” jelasnya.
Pola serupa juga diterapkan di Dapil 1. “Kalau Dapil 1, Gempol ada saya, Beji ada Muafi, Bangil ada Bu Helmi,” imbuhnya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi