busth
Meski statusnya sempat ‘cerai’ dengan partai hijau itu, Gus Shobih—sapaan akrabnya—mengaku belum bisa move on.
Pernyataan itu terlontar menanggapi celetukan nakal Wakil Ketua DPW PKB Jatim M. Rivqy Abdul Halim (Gus Rivqy), yang terang-terangan merayunya untuk kembali pulang.
Di hadapan awak media, Gus Shobih menanggapi rayuan maut itu dengan senyuman santai, khas politisi senior yang kenyang dengan dinamika politik.
“Artinya dalam politik yang begitu-begitu itu sudah biasa, goda-godaan itu biasa. Tetapi apa yang disampaikan Gus Rivqy itu juga salah satu wacana ke depan. Artinya, masih ada kemungkinan saya diterima kembali oleh DPP sebagai anggota PKB,” ujar Gus Shobih, kalem.
Analogi rumah tangga pun kembali mencuat sebagaimana Gus Shobih kerap melontarkan istilah ‘cerai hidup’, saat hubungannya dengan PKB merenggang di Pilkada Kabupaten Pasuruan.
Namun saat ditanya apakah dirinya punya syarat khusus jika benar-benar ‘rujuk’ alias kembali ke pelukan partai, Gus Shobih memberikan jawaban yang cukup serius.
“Ibarat suami-istri, saya sampaikan guyon-guyonan seperti itu. Artinya apa? Secara pribadi, saya sampai hari ini tidak bisa berpaling hati ke mana-mana. Di dalam hati, masih PKB,” akunya.
Namun Gus Shobih juga belum tahun kapan ‘kemesraan’ itu akan ‘diresmikan’ lagi.
Dia enggan terburu-buru ‘naik pelaminan’ lagi. Ia memilih bermain cantik dan menunggu restu dari ‘orang tua’ di tingkat pusat.
Meskipun pintu di tingkat wilayah sudah terbuka lebar, ia menegaskan posisinya tetap menunggu keputusan final dari Jakarta. Yaitu dari DPP PKB.
“Menunggu lampu hijau dari DPP-lah. Menunggu lampu hijau dari DPP,” pungkasnya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi